Sudah 30 Tahun Bekas Guru Agama Ini Tinggal Menyendiri Dalam Lubang

Pak Pendi menyendiri dalam lubang yang dia sendiri gali di dalam gubuk

BENGKULU UTARA, sahabatrakyat.com– Entah apa yang melatari sikap atau keputusannya, sudah hampir tiga puluhan tahun seorang warga Desa Taba Padang Kol, Kecamatan Hulu Palik, Bengkulu Utara, ini memilih menyendiri dengan tinggal di dalam lubang.
Pak Pendi (48 tahun), begitu dia dipanggil, dulu dikenal sebagai guru agama MTs setempat. Meski pernah mendidik, dia kini tak mau menyapa orang yang tak dikenalnya. Jika ada yang mencoba mendekat, lelaki itu akan menghindar. Bahkan dia akan melarikan diri jika ada yang datang untuk melihat-lihat dirinya.
Dalam kesendiriannya, Pendi diketahui hanya mengkomsumsi kelapa hijau. Sejak 1987, Pendi menggali sendiri lubang yang kini menjadi kediamannya.
Lubang itu sedalam sekitar satu meter dan panjang sekitar empat meter dengan pola huruf L. Lubang itu dibuatnya di dalam naungan gubuk sehingga tak nampak dari luar.
Selain kepada orang yang dikenalnya, Pak Pendi tak mau berbicara

Lokasinya sekitar 100 meter di belakang kantor Kecamatan Hulu Palik. Di dalam lubang di bawah gubuk itulah Pendi menghabiskan sisa malam.
Kondisi Pak Pendi bukan tak dihiraukan. Pemerintah Kecamatan Hulu Palik dan Pemerintah Desa setenpat bahkan pernah menyiapkan hunian yang layak. Namun Pak Pendi tak mau.
“Hingga kini masyarakat sekitar tidak mengetahui maksud dan alasan dia tidur di dalam lubang tanah,” ujar Mustani, staf Trantib kantor Kecamatan Hulu Palik saat dibincangi sahabatrakyat.com di tempat Pendi tinggal baru-baru ini.
“Dia tidak mau ditemui atau menerima orang yang ingin melihat, atau berbincang secara langsung bila tidak dia mengenalnya,” tambahnya.
Mustani berharap pemerintah daerah dapat melihatnya secara langsung dan dapat memberikan bantuan kepada Pak Pendi.


Pewarta: MS Firman
Editor: Jean Freire
Foto: MS Firman