Tak Hadir Sidang Adat, Berulah Lagi Diarak Keliling Desa…

BENGKULU UTARA, sahabatrakyat.com Pria bernama An (34 tahun) yang masuk secara paksa ke rumah seorang janda bernama Yu (25 tahun) di Desa Lubuk Sahung, tak menghadiri acara sanksi adat yang dilaksanakan Minggu sekira pukul 16.00 WIB di kediaman Yu di Dusun 1 Desa Lubuk Saung.

Meski tak hadir, An melalui perwakilan lembaga adat yang mewakili desa asalnya sudah menyampaikan permohonan maaf kepada lembaga adat Desa Lubuk Saung.

Kepala Desa Lubuk Saung Kadi Ismanto didampingi Ketua BPD Suheri Kasmodi dan Ketua Adat H Syahwan ditemui sahabatrakyat.com di kediaman Yu usai adat dan doa masuk bubungan Desa Lubuk Saung memaklumi ketidak-hadiran An tersebut.

Ia mengatakan, sesuai dengan musyawarah mufakat ke empat para pemangku adat yang ada di desanya telah terjadi mufakat. “Dalam arti kata kita takut terjadi apa-apa ketika An hadir juga, ditengah masyarakat dan ditengah keluarga Yu. Dari pada terjadi hal yang tidak kita inginkan,” ucap Kades Kadi.

Kadi menambahkan, permintaan maaf An sudah diperlihatkan kepada pemuka adat di desa yang juga dihadiri warga Lubuk Saung.

Lanjut Kades, sanksi tegas akan diberikan kepada An apabila kembali menggangu kenyamanan Yu. An bakal diarak keliling di Desa Lubuk Saung.

“Juga 40 kali cambuk lidi yang akan kita laksanakan dan itu sudah kita beritahukan kepada yang bersangkutan kalau An kembali melanggar,” jelasnya.

Mengenai kutipan kalimat keponakan Mian, dari pihak keluarga dan lembaga adat mewakili An juga sudah meminta maaf. Ditegaskan Kades Kadi, keluarga besar Mian tidak ada hubungan dengan keluarga An.

Kepala desa (kemeja hitam) ketua adat (tengah) ketua bpd (kemeja putih)

Tak Lapor Polisi

Sebelumnya, dalam press rilisnya, kuasa hukum Ir H Mian, meminta kepolisian menindak secara tegas terhadap orang yang mengaku-ngaku sebagai ponakan Bupati Bengkulu Utara (Ir. Mian) berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku supaya kemudian tidak terjadi lagi.

Menanggapi hal itu, Kasat Reskrim Polrse Bengkulu Utara AKP Jery Antonius Nainggolan SIK mengatakan press realese tersebut tidak disampaikan ke Polres BU.

“Dan sampai dengan sekarang belum ada laporan,” singkat Jery yang dikonfirmasi lewat pesan WhtasApp.

Kuasa hukum Mian, Sugiarto, SH, M.H.CPCLE menjelaskan, pada prinsipnya kliennya siap memaafkan jika An memang beritikad baik meminta maaf.

“Namun kalau meminta maaf secara langsung kan belum. Bapak Bupati memberikan kebijakan memaafkan, sebagai kepala daerah mencari yang terbaik, yang paling penting itu jangan sampai ada pembiaran terhadap situasi ini dan dimanfaatkan nama-nama itu dibuat buruk,” imbuh Sugiarto.

Sugiarto menegaskan pihaknya masih menunggu surat resmi permohonan maaf dari An. Bukan hanya secara lisan atau lewat pesan whatsapp.

“Kita minta surat resminya, ditunggu sampai minggu-minggu ini paling lama. Lebih cepat lebih baik. Setelah itu nanti akan kita koordinasikan lagi ke pak Bupati. Apa pun keputusan klien kami, kita lihat saja nanti,” ujarnya.


Pewarta: MS Firman