Telat Masuk Sekolah, Bolos ke Warnet, 7 Pelajar Dijaring Satpol PP

Para siswa saat  dimintai keterangan oleh pihak Satpol PP di kantor Satpol PP disaksikan oleh pihak sekolah masing-masing/foto firman-sahabatrakyat.com
Para siswa saat dimintai keterangan oleh pihak Satpol PP di kantor Satpol PP disaksikan oleh pihak sekolah masing-masing/foto firman-sahabatrakyat.com

BENGKULU UTARA, sahabatrakyat.com– Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bengkulu Utara, Kamis (26/1/2017) pagi, menggelar razia di sejumlah warung internet di Kota Arga Makmur. Hasilnya, tujuh orang pelajar terjaring dan terpaksa digelandang ke Kantor Satpol PP.

Mereka yang terjaring operasi Satpol PP itu masing-masing 4 pelajar asal SMPN 2 Arga Makmur berinisial YS, YA, SF dan TA, seorang pelajar SMPN 1 Arga Makmur berinisial DS dan dua siswa SMA 1 Arma berinisial OD dan RM.

Ketujuh pelajar yang terjaring razia saat jam belajar itu dibawa ke Kantor Satpol PP untuk dilakukan pendataan dan pembinaan. Satpol PP juga memanggil pihak sekolah masing-masing.

Ketika ditanya satu per satu oleh Satpol PP mengapa mereka tidak masuk sekolah, mereka beralasan terlambat dan takut mendapat hukuman. Mereka lebih memilih tak masuk sekolah dan nongkrong di warnet.

Kepala Satpol PP dan Damkar Bengkulu Utara, Santoso, B.Sc saat dikonfirmasi sahabatrakyat.com di ruang kerjanya mengatakan, “Kami melakukan razia sebagai bentuk penertiban pelajar yang berkeliaran atau bolos saat jam sekolah.”

Kepada pelajar yang terjaring, kata Santoso, mereka diberi arahan agar tidak mengulangi hal serupa dan membuat pernyataan tertulis di atas materai. “Selanjutnya dikembalikan ke sekolah masing-masing untuk diberikan bimbingan. Jadi ini sifatnya pembinaan agar tidak terjadi lagi,” ujarnya.  

Santoso menambahkan, pihak sekolah sengaja diminta datang agar mereka mengetahui kejadian ini dan ke depan bisa lebih ketat dalam mengawasi siswanya supaya tidak terjadi hal-hal negatif yang dapat merugikan pihak sekolah dan siswa. 

“Kepada orang tua kita juga himbau agar ikut mengawasi anak-anaknya saat jam sekolah. Sebab ini tak bisa diserahkan hanya kepada pihak sekolah saja,” kata Santoso. (MS Firman)