SAHABAT RAKYAT, Lebong – Kekhawatiran warga Kecamatan Uram Jaya meningkat setelah tiga orang dilaporkan mengalami gigitan anjing yang diduga terinfeksi rabies. Kejadian ini memicu perhatian serius dari berbagai pihak, termasuk DPD LSM GERINDO Kabupaten Lebong yang meminta pemerintah segera mengambil langkah darurat.
Ketua DPD LSM GERINDO Kabupaten Lebong, Elfi Ansori, B.Sc, mengatakan bahwa kasus gigitan beruntun seperti ini tidak boleh dianggap sepele.
“Kalau benar anjing tersebut positif rabies, ini pertanda gawat. Pemerintah daerah melalui dinas kesehatan dan dinas peternakan harus segera turun melakukan observasi dan pemeriksaan laboratorium untuk memastikan apakah hewan tersebut membawa virus rabies atau tidak,” tegas Elfi, Sabtu (2/11).
Menurutnya, langkah observasi terhadap hewan penular rabies sangat penting dilakukan guna mencegah penyebaran penyakit yang mematikan ini. Ia juga meminta agar warga yang menjadi korban segera mendapatkan vaksin anti rabies (VAR) di fasilitas kesehatan terdekat.
GERINDO menilai bahwa kejadian ini menjadi alarm dini bagi pemerintah daerah untuk memperketat pengawasan terhadap populasi anjing liar serta melakukan vaksinasi massal hewan peliharaan di wilayah Lebong.
“Kita berharap dinas terkait segera turun ke lapangan, melakukan pemeriksaan otak hewan yang menggigit, sekaligus mengedukasi masyarakat agar tidak menyepelekan gigitan hewan liar,” tambahnya.
LSM GERINDO juga mengingatkan agar masyarakat tidak membunuh atau membuang hewan yang menggigit sebelum dilakukan observasi oleh petugas, karena data dari hewan tersebut sangat menentukan kepastian diagnosa rabies. (HSP)





