Tragedi Tambang Renggut 3 Nyawa, Pemilik Lubang Terancam 10 Tahun Penjara

Ilustrasi Kapolres Lebong AKBP Ichsan Nur saat sidak ke lokasi tambang beberapa waktu lalu/dok sahabatrakyat.com

LEBONG, sahabatrakyat.com- Tragedi tambang emas tradisional yang merenggut nyawa tiga warga Lebong yang terjadi pada Sabtu 07/03/2020) lalu berujung pidana. Polisi mengusut peristiwa itu dan menetapkan pemilik lokasi tambang sebagai tersangka.

Sang tuan tambang berinisial Su alias Ja (50 tahun), warga Desa Lebong Tambang, Kecamatan Lebong Utara, diamankan petugas kepolisian pada Senin sore (30/03/2020) sekitar pukul 16.00 WIB.

Ja diketahui pemilik dua sumur atau dua lubang yang menjadi tempat kejadian perkara hingga merenggut nyawa dua pekerja bernama Doni dan Asmawi, serta seorang lagi bernama Heri yang semula mau menolong saat pekerja dikabarkan mengalami masalah di dalam lubang.

Sebelumnya kejadian, Ja mengizinkan 6 orang penambang bekerja di lobang 8 miliknya itu untuk mencari urat emas. Berbagai alat yang terdiri dari 1 unit stafol untuk mengaliri listrik, 1 unit buah capit untuk mencapit pahat, 1 unit blower untuk membantu bernafas, 1 buah kikir dan 3 buah martil menjadi tanggung jawab pemilik lubang.

Dari hasil pemeriksaan terhadap Ja, diperoleh pengakuan bahwa ia memang telah membuka lubang tambang lima tahun yang lalu namun ilegal alias tidak memiliki izin, baik IUP (izin usaha pertambangan) atau IPR (izin pertambangan rakyat).

Polisi juga mendapat keterangan bahwa ada 2 alat bantu nafas atau blower yang tidak berfungsi dan alat-alatnya milik Ja sendiri. Atas kondisi itu Ja dianggap lalai.

“Ja dijerat pasal 158 UU Nomor 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara dengan ancaman 10 tahun penjara dan pasal 356 KUHPidana maksimum 5 tahun penjara,” ujar Kapolres Lebong AKBP Ichsan Nur SIK.

Namun, meski sudah resmi tersangka, Ja tidak ditahan. Ia mendapat penangguhan karena dinilai kooperatif.


Pewarta: Aka Budiman