Truk vs Motor; Truk Terbalik, 3 Pelajar BU Tewas

Tiga pelajar yang tewas akibat tabrakan antara sepeda motor dengan truk

BENGKULU UTARA,sahabatrakyat.com– Tabrakan maut terjadi di ruas jalan Bengkulu-Ketahun, tepatnya di Dusun Cakra Desa Pasar Ketahun, Kecamatan Ketahun, Kabupaten Bengkulu Utara, Minggu (28/9/2017) sekitar pukul 11.00 WIB.
Kecelakaan itu melibatkan satu unit truk jenis Colt Diesel BD 8493 DK yang dikemudikan SY (42 tahun), warga Desa Durian Daun, Kecamatan Lais.
Sedangkan lawannya, satu unit sepeda motor Honda Supra Fit BD 3387 AV ditunggangi tiga pelajar, masing-masing Do (13 tahun), Al (12 tahun) dan AR (9 tahun)–semuanya warga Desa Serangai, Kecamatan Batik Nau.
Truk bermuatan karet melaju dari arah Ketahun, sementara sepeda motor dari arah berlawanan. Belum diketahui persis bagaimana kronologis kecelakaan tersebut. Sejumlah warga di lokasi kejadian mengaku tak melihat persis peristiwanya bermula.
Hanya saja, warga menduga truk dan motor itu melaju dengan kecepatan tinggi. Truk diperkirakan berusaha mengelak dengan membanting stir ke kanan. Namun tabrakan tetap tak terelak. Ketiga pelajar yang menunggang motor pun terpental hingga masuk siring.
Akibatnya pun fatal. AL (12 tahun) dan AR (9 tahun) meninggal di tempat kejadian. Sedangkan rekannya DO masih sempat dilarikan ke puskemas setempat. Ia lalu dirujuk ke RSUD M. Yunus Bengkulu, namun nyawanya tidak dapat diselamatkan.
Motor yang ditunggangi ketiga pelajar dan truk colt diesel yang terbalik

Kapolres Bengkulu Utara AKBP Andhika Vushnu, S.IK melalui Kapolsek Ketahun Ipda Regi Halili saat dikonfirmasi sahabatrakyat.com melalui sambungan seluler mengatakan pihaknya sudah mengamankan sopir truk.
“Untuk supir sudah kita amankan beserta kendaraan dan surat-surat kendaraan serta sepeda motor korban,” katanya.
Atas kejadian itu, Kapolsek mengimbau kepada semua orang tua untuk lebih memperhatikan anak-anaknya dalam berkendaraan.
“Jangan membiarkan anak-anak menggunakan kendaraan tanpa menngunakan helm, apalagi sampe berbinceng 3 dalam satu motor karena itu berbahaya,” himbau Ipda Regi. (MS Firman)