Uang DO TBS Sawit Belum Dibayarkan, Toke Sawit Ancam Lapor Polisi

Kiri: Kantor CV Karya Utama. (Kanan): Tempat timbangan PT KKK/Foto;sahabatrakyat.com

BENGKULU UTARA, sahabatrakyat.com Puluhan toke atau pemilik TBS sawit kini mengeluh. Pasalnya uang DO TBS sawit mereka tak kunjung dibayar oleh CV Karya Utama sebagai pemilik delivery order (DO) atau suplayer TBS sawit dari PT Kencana Katara Kewala (KKK).

Padahal, berdasar informasi terhimpun, PT. KKK disebut telah membayarkan uang tersebut kepada pihak CV Karya Utama selaku pemegang DO.

Rian Rikardo, karyawan tetap CV karya Utama, yang bertugas menyalurkan DO ke masing-masing truk yang masuk pabrik untuk menimbang saat dikonfirmasi di kantornya, Senin (15/6/2020), mengaku tak tahu persoalan tersebut.

RIKI RIKARDO

Rian berdalih orang yang mengetahui seluk beluk keuangan yang dipertanyakan para toke itu adalah Engga dari bagian keuangan. Menurut dia, Engga sendiri sudah tak masuk kantor sejak pekan lalu.

Kata Rian, saat ini DO masih tetap jalan. Namun gara-gara kondisi saat ini pembayaran DO kini ditangani langsung oleh PT. KKK.

“Biasanya bayarnya dengan kami. Karena keadaannya seperti ini langsung diambil alih oleh pabrik, pabrik yang bayar semua pak,” kata dia.

Ditambahkannya, “Semenjak pabrik yang menangani ini, lancar. Pembayaran oleh pabrik mulai DO tertanggal 9 Juni 2020 sampai sekarang. DO tertanggal sebelumnya, Engga langsung yang bayar. Kenapa belum dibayar? Saya tidak tahu masalahnya apa.”

Terpisah, Agus Prabowo, salah satu pemasok TBS sawit Ke PT. KKK menceritakan, DO yang belum dibayarkan itu terhitung sejak Mei 2020. Waktu ditagih, kata dia, Engga hanya memberikan janji besok, besok dan besok.

AGUS PRABOWO

“Engga itu bagian pembayaran CV. Karya Utama. Sekitar Rp 80-an juta dari mulai Mei kemarin belum dibayar. Harapannya secepatnya dibayar. Masalahnya kita juga lagi kebingungan dana, mudah-mudahan pabrik bisa memberi jalan keluar secepatnya,” harap Agus.

Agus menyarankan agar DO yang belum dibayar didata dulu. Kemudian baru dibayarkan secepatnya. Ia memberi tempo selambatnya satu bulan.

“Batas waktu dari pabrik paling lama 1 bulan, bila lewat dari satu bulan kemungkinan besar kita akan laporkan ke penegak hukum” tegas Agus.
Ia bilang, dari D6 ada sekitar 5 toke yang senasib dengannya.

Apa tanggapan PT KKK?

Saat awak media mendatangi PT. KKK untuk konfirmasi, yang ada hanya petugas bagian adminstrasi bernama Anggellia. Kata Anggellia, pimpinannya sedang tidak berada di tempat.

Anggellia

Meski demikian, Anggelliia memberi keterangan bahwa terkait DO yang bekum dibayarakan itu sedang dalam pendataan. “Data-data dari mobil kita cek dahulu DO-nya,” katanya.

Apakah setelah didata DO akan dibayarkan?

“Alammualam. Tidak tahu saya kalau itu pak. Dari pendataan itu mungkin akan diselesaikan. Sebenarnya DO-nya lain, tidak ada hubungan dengan PT. KKK,” jelasnya.


Pewarta: MS FIRMAN