Usai Dipijat dan Dibelikan Ikan, Motor Nasrul Dibawa Kabur

Sepeda motor Nasrul yang dibawa kabur tamunya, Senin (3/7/2017)/foto ist

BENGKULU UTARA, sahabatrakyat.com- Air susu dibalas air tuba. Begitu kira-kira yang dialami Nasrul alias Pak Yusuf Bin Nasir (alm), warga Kelurahan Purwodadi, Kecamatan Arga Makmur, Kabupaten Bengkulu Utara, ini.
Betapa tidak, sikapnya yang ramah dan ringan tangan kepada dua tamu yang mendatanginya pada Senin (3/7/2017) sekitar pukul 14.30 WIB, justru dibalas dengan perbuatan yang tak sepadan.
Lelaki kelahiran Solok, Sumatera Barat, itu diperdaya tamunya. Sepeda motor Yamaha Jupiter MX warna biru lis putih dengan nomor polisi BD 4362 SC milik pria 68 tahun itu dibawa kabur sang tamu. Bagaimana bisa?
Ini kronologisnya:
Tamu yang kini menjadi tersangka kasus penipuan dan atau penggelapan itu mendatangi korban pada Senin (3/7/2017) sekitar pukul 13.30 WIB. Sang tamu yang mengaku bernama Iwan datang bersama seorang lelaki yang diakuinya sebagai anak.
Mereka datang dengan maksud akan berurut. Setelah dipersilahkan masuk, pelaku mengajak korban urut di bedeng yang akan dikontrak.
Lalu, pelaku mengeluarkan sepeda motor korban yang kunci kontaknya berada di gantungan kontak dan menuju ke bedeng yang akan dikontrak pelaku.
Pada saat korban sedang mengurut pelaku, korban sempat menanyakan siapa nama pelaku dan dijawab pelaku bernama IWAN, warga Muara Aman Kab. Lebong.
Setelah selesai mengurut, korban diantar pulang oleh pelaku dengan menggunakan sepeda motor korban dan sesampainya di rumah korban sepeda motor tersebut dimasukkan oleh pelaku ke dalam ruang tamu namun kunci sepeda motor tersebut masih dipegang pelaku.
Lalu pelaku menanyakan kepada korban dimana pasar ikan karena pelaku akan membeli ikan mas dan pelaku minta kepada korban untuk mengantar pelaku ke pasar.
Namun sesampainya di depan Toko Raden Jaya Pasar Purwodadi, dengan alasan mau makan, pelaku meminta kepada korban untuk membeli ikan sembari memberikan uang sebesar Rp 50.000.
Selesai membeli ikan, Pak Yusuf berjalan kaki menuju rumah. Ketika sampai di Gang Badau, dia melihat pelaku masuk ke dalam pekarangan rumahnya.
Masih tak curiga niat pelaku, korban terus berjalan menuju rumah. Namun belum lagi sampai tujuan, dia malah berpapasan dengan pelaku yang sedang membawa motornya.
Korban mengaku sempat menanyakan mau dibawa kemana sepeda motornya oleh pelaku. “Katanya (mau) ngambil kunci,” kata Nasrul kepada polisi.
Namun gelagat pelaku yang terburu-buru akhirnya menyadarkan Nasrul. Pelaku yang membawa sepeda motornya tak kunjung kembali. Nasrul pun melapor ke kantor polisi.
Kapolres Bengkulu Utara AKBP Andhika Vishnu SIK melalui Kasat Reskrim AKP M. Jufri SIK mengatakan, pihaknya tengah menyelidiki kasus ini.
Berdasar keterangan korban kepada polisi, ciri-ciri pelaku sebagai berikut:
Tinggi sekitar 180 cm, berat badan sekitar 60 kg, berperawakan kurus tinggi, kulit warna hitam, rambut pendek tegak, agak bungkuk, mata sipit, gigi atas menonjol, hidung mancung.
“Terakhir memakai baju kemeja panjang warna biru dongker dan memakai celana levis panjang warna biru,” tambah AKP Jufri. “Kerugian korban ditaksir Rp 10 juta,” tambah dia.
Atas kejadian itu, Polres Bengkulu Utara menghimbau agar jangan mudah percaya terhadap orang yang baru dikenal. Jangan langsung meminjamkan kendaraan atau uang.
“Agar ditelusuri dulu asal usulnya dan diajak foto bersama jika dia tinggal sementara waktu di rumah dan segera dilaporkan ke RT, agar apabila dia melakukan tindak kejahatan semua orang gampang mengetahuinya karena fotonya sudah diambil oleh kekuarga maupun pak RT,” kata AKP Jufri. (MS FIRMAN)