Warga Keluhkan Tenaga Kesehatan, Rumah Dinas Jadi ‘Kandang’ Ternak

Rumah petugas medis yang terbengkalai di Desa Sekalak

SELUMA, sahabatrakyat.com– Warga di Desa Sekalak, Kecamatan Seluma Utara, Seluma mengeluhkan tenaga kesehatan yang ditugaskan di sana. Pasalnya, petugas jarang ada di tempat. Bahkan rumah yang disediakan terkesan terbengkalai dan lebih mirip kandang ternak.

Guntur, warga setempat, mengatakan petugas kesehatan seperti bidan desa kerap tak ada di lokasi. Bahkan tidak aktif tinggal di desa. Sehingga ketika warga membutuhkan pertolongan medis mau tak mau harus keluar desa.

Jarak Desa Sekalak ke pusat kota saja sekitar 30 kilometer. Bisa dibilang desa ini agak jauh ke pedalaman Seluma. Belum lagi kondisi jalan keluar masuk desa yang terpantau rusak.

Rizal

Guntur berharap Dinas Kesehatan dapat menegur bidan yang ditugaskan agar dapat tinggal di desa. Apalagi pemerintah sudah menyediakan fasilitas rumah.

“Kalau sekarang rumah untuk bidan tersebut dihuni oleh hewan ternak, seakan tak bertuan,” ujar lelaki itu.

Selain pelayanan kesehatan, Rizal, warga lainnya, menambahkan, warga desa juga mengeluhkan kurangnya pemerataan dan pemberdayaan terhadap warga miskin. Termasuk bantuan PKH yang dinilai tidak tepat sasaran.

“Yang layak malah nggak dapat. Yang harusnya gak layak dapat malah dapat PKH,” imbuh Rizal.

Sekdes Bahrul

Sekretaris Desa Sekalak Bahrul yang ditemui awak media di kantor desa setempat tak menampik atau membantah apa yang disampaikan warganya. Dia bilang, persoalan ini sudah berulang kali disampaikan di dalam forum resmi ke instansi terkait.

“Yang terakhir tahun 2019 lalu yang hadir ada camat, kepala dan pegawai puskesmas dan ada perwakilan dari dinas kesehatan. Termasuk bidannya juga hadir saat itu,” ungkap Bahrul.

Bahrul menambahkan, sang bidan sendiri memang mengakui tak bisa optimal tinggal di desa lantaran kini masih kuliah. “Nah, kalau itu kendalanya makanya kami minta ada penambahan bidan desa,” kata Bahrul. “Tapi kata pihak puskesmas sudah diusulkan. Tapi kan sampai kapan? Kalau kini ada warga sakit terpaksa ke Tais,” katanya.


Pewarta: Sukardianto