Ikon Bandara Fatmawati Soekarno Segera Dibangun

Monomen-Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah pimpin Rapat Pembahasan Rencana Pembangunan Monomen Fatmawati Soekarno/ist

BENGKULU- Monomen Ibu Negara RI pertama bakal dibangun di bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu. Pembahasan rencana pembangunan monomen tersebut dan pengembangan bandara digelar di Ruang Kerja Plt Gubernur Bengkulu, Jum’at (05/10/2018).

Tampak hadir dalam pertemuan ini, Asisten II Setda Provinsi Bengkulu, Kadishub dan Kadinsos Provinsi Bengkulu, Kabag Humas dan Protokol Setda Provinsi Bengkulu, Kepala Bandara Fatmawati Bengkulu beserta rombongan dan perwakilan Bank Tabungan Negara (BTN) Perwakilan Bengkulu.

Dikatakan Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, setelah menyimak pemaparan pihak Bandara Fatmawati, tugu/monomen Fatmawati Soekarno akan dibangun di depan pintu masuk bandara. Pembangunan ini berdasarkan kesepakatan Menko Sosial dan SDM.

Sementara biaya pembangunan bersumber dari konsorsium 12 perbankan nasional yang diketuai oleh Bank Tabungan Negara (BTN) sebesar Rp 4,2 milyar. Diharapkan dalam 1 hingga 2 bulan kedepan pembangunan bisa dimulai.

“Kita sudah mendapatkan berbagai perizinan yang dibutuhkan. Izin dari kementerian sudah, izin dari bandara sudah, serta persetujuan dari keluarga Ibu Fatmawati juga sudah. Selain itu sifatnya portable, jadi jika pengembangan dan perluasan bandara telah selesai, maka patung itu akan dipindahkan di depan terminal bandara,” terang Rohidin Mersyah.

Terkait pengembangan Bandara Fatmawati Soekarno, dijelaskan Plt Gubernur Bengkulu ditargetkan akan selesai pada tahun 2020 mendatang, dengan luas terminal direncanakan mencapai 21.000 meter persegi.

“Kita berharap 2020 pengembangan bandara bisa selesai. Pengembangan ini akan dilakukan pada perluasan areal bandara, terminal kemudian termasuk run way, ruang tunggu dan perkantoran,” jelasnya.

Sementara itu, terkait pembangunan patung Fatmawati Soekarno ini akan dikomandoi oleh pihak perbankan nasional selaku penyedia anggaran, dengan menunjuk langsung pihak kontraktor sendiri yang telah mereka siapkan.


Editor: Jean Freire