SMAN 2 BU Gelar Pelatihan Penyusunan RPP dan Pembuatan Soal HOTS

BENGKULU UTARA, sahabatrakyat.com Upaya peningkatan mutu dan kualitas pendidikan tidak hanya dari sisi sarana, prasarana dan fasilitas. Yang tak kalah penting adalah juga meningkatkan kompetensi dan kualitas tenaga pengajar atau guru.
Hal itu dikemukakan Kepala SMAN 2 Bengkulu Utara, Drs Kaman dikonfirmasi sahabatrakyat.com di sela-sela kegiatan In House Training (IHT) Penyusunan RPP dan Pembuatan Soal HOTS yang akan berlangsung selama empat hari di sekolahnya.
Pelatihan itu sendiri, jelas Kaman, bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam mempersiapkan bahan mengajar, seperti SPP berbasis IT, e-modul, e-raport, dan soal-soal HOTS sesuai dengan petunjuk pelaksanaan dan teknis kurikulum 2013.
Selain guru SMAN 2 BU, pelatihan yang akan berlangsung selama empat hari di salah satu ruang di SMAN 2 BU itu juga diikuti para guru SLTA lainnya yang ada di BU.

Peserta In House Training Penyusunan RPP dan Pembuatan Soal HOTS SMAN 2 BU

“Untuk meningkatkan kualitas pendidikan, baik itu akademik maupun non akademik, maka salah satu jalan yang terbaik adalah meningkatkan kompetensi guru,” kata Kaman di ruang kerjanya, Selasa (24/9/2019).
“Kalau kompetensi gurunya sudah baik, bagus dengan wawasan ilmu pengetahuan yang luas maka didalam penyampaian materi pembelajaran yang semuanya termasuk materi pembelajaran, terdesain di dalam RPP dapat dilaksanakan dengan baik sehingga tujuan akhirnya materi dari pembelajaran itu akan diserap oleh anak dengan sebaik-baiknya,” papar Kaman.
Kaman mengatakan, dalam proses pembelajaran dan kegiatan belajar mengajar, baik di kelas maupun di laboratorium, SMAN 2 sudah berbasis IT, e-raport, e-modul dan seterusnya, termasuk e-RPP.
“Begitu juga ujiannya, mulai dari ujian pertengahan sampai ujian akhir semester penilaiannya sudah berbasis IT. Yang digunakan laptop atau HP android anak, atau laptop sekolah bagi anak-anak yang tidak mempunyai HP android maupun laptop sendiri,” urainya.
Salah satu ruang pembelajaran berbasis IT di SMAN 2 BU

Lanjut Kaman, hasil yang diharapkan dengan digelarnya IHT ini adalah proses belajar mengajar, khususnya di SMAN 2, dapat berjalan dengan baik.
“Sehingga kualitas pendidikan di SMAN 2, terkhusus siswa nantinya juga dapat diserap dengan baik yang sasaran akhirnya begitu siswa tamat, anak SMAN 2 dapat diterima di perguruan tinggi, baik itu jalur SNPTN, SBMPTN maupun jalur mandiri,” harap Kaman.
Untuk diketahui, pada tahun 2019 ini sebanyak 84 siswa SMAN 2 BU diterima di perguruan tinggi negeri tanpa tes atau siswa undangan. Sementara 18 orang lainnya mendapat beasiswa Bidikmisi.
Kaman menadaskan, untuk mengejar prestasi-prestasi ke depan SMAN 2 mengadakan IHT untuk peningkatan kompetensi dan wawasan guru dalam proses belajar mengajar. “Mau dia GTT, GBD, PTT tidak ada masalah karena sama fungsinya sebagai guru,” ujarnya.
Kualitas guru SMAN 2 BU sendiri memang terbilang mumpuni. Hal ini dibuktikan saat ada Uji Kompetensi Guru atau UKG. Dari 15 mata pelajaran, ada 6 guru yang meraih Juara I UKG Tingkat Kabupaten dan 3 orang meraih juara 2. Sehingga ada 9 guru menjadi instruktur mata pelajaran di Kabupaten Bengkulu Utara. (ADV)


Pewarta: MS Firman