BNN Provinsi Bengkulu mengungkap sindikat internasional narkoba di Bengkulu/ist

BENGKULU– Provinsi Bengkulu ternyata sudah menjadi salah satu pasar menggiurkan bagi pelaku kejahatan penyalah-gunaan Narkoba. Ancaman ini bukan isapan jempol belaka!
Bahkan jaringan atau sindikat yang bermain di Bengkulu bukan lagi level regional atau nasional. Bengkulu sudah masuk market internasional!
Hal itu terbukti dengan tertangkapnya para pelaku kejahatan Narkoba oleh Tim Berantas BNN Provinsi Bengkulu yang didukung BNN Kabupaten Bengkulu Selatan dan Polsek Masat, Bengkulu Selatan.
Tim Berantas BNN berhasil menggagalkan upaya pengiriman paket sabu sebanyak 2 kg dalam aksi pencegatan di wilayah hukum Polsek Masat, Senin (11/2/2018) lalu sekitar pukul 16.00 WIB.
Setelah dicegat, petugas lalu menggeledah mobil travel yang dipakai tersangka. Paket sabu 2 kg ternyata disimpan di dalam sarung jok paling belakang. Untuk mengelabui, paket sabu itu ditutupi dengan buah durian. Ada sekitar 25 buah durian dimana 20 di antaranya adalah durian busuk.
“Kenapa durian busuk? Supaya bau narkotika tidak tercium. Ini modus baru lagi,” kata Kepala BNN Provinsi Bengkulu, Kombes Pol Nugroho Aji, Selasa (13/2) saat menggelar Konferensi Pers di Kota Bengkulu.
Para tersangka, lanjut Nugroho, tampaknya juga bermain curang. Sebab, petugas juga berhasil menemukan paket-paket kecil 3 gr. “Jadi paket asli dari sana itu 2 kg dimaling lagi sama pelaku 3 gr,” duga Nugroho.
Barang bukti yang berhasil diamankan

Tiga tersangka dengan barang bukti sabu dan satu kendaraan mobil sudah diamankan. Mereka adalah DP, MS, dan ID.
DP adalah orang yang membawa langsung atas perintah Boby. Sedang MS adalah oknum Polri yang bertugas mengawal. Sedang ID kini masuk DPO.
“Untuk MS, kami sudah koordinasi dengan Polda Sumsel. Dan diminta diusut tuntas. Kalau terbukti, dia bakal dipecat. Meskipun ada informasi MS sudah mengundurkan diri (sebagai polisi),” kata Nugroho.
Berdasar hasil penyidikan, paket sabu tersebut ternyata dikirim dari Cina melalui Malaysia lalu ke Aceh.
“Dari Cina ke Malaysia lewat jalur laut. Malaysia ke Aceh juga jalur laut. Dari Aceh ke Bengkulu pakai travel,” ungkap Nugroho.
Dikatakan Nugroho, sindikat yang berhasil diungkap di wilayah Masat ini ternyata dikendalikan oleh oknum Napi Nusakambangan. Dia memang sudah dikenal sebagai pemain lama: Kirmin.
“Kirmin lagi. Dan oleh oknum Napi Salemba bernama Boby,” sebut dia. “Barang ini (paket sabu, red) pesanan KR melalui Boby. Rencananya akan diserahkan ke ID. ID ini adik kandung Kirmin,” tambah Nugroho.
Nugroho mengatakan, ID kini masuk DPO. Karena itu dia mengimbau yang bersangkutan segera menyerahkan diri. “Kita sudah tahu identitas dan alamatnya,” kata dia. “Kita sudah perintahkan. tindak tegas, tembak di tempat kalau dia melawan,” timpal Nugroho.
Pengungkapan ini hasil penyelidikan terus menerus. Dan yang ini adalah hasil penyelidikan selama dua bulan.
Nugroho menyampaikan apresiasi kepada Polda Bengkulu melalui Polsek Masat yang sudah membantu mencegat tersangka sehingga tidak ada perlawanan.
Nugroho mengatakan, dengan mencegah peredaran 2 kg sabu itu setidaknya ada 20 ribu jiwa yang bisa diselamatkan.
“Kami juga terima kasih ke Kanwil Kemenhumham yang membantu proses penyelidikan sehingga kita tahu ada oknum Napi yang terlibat,” kata Nugroho.
Pihaknya akan terus mendalami dan mengembangkan kasus ini. Termasuk mengusut peran travel yang mengangkut Narkoba. “Akan diselidik sampai ke Pengadilan,” kata dia.


Editor: Jean Freire
Sumber: rri.co.id