Hadirkan Damai di Bumi Cenderawasih


JAKARTA, sahabatrakyat.com — Pengamat Politik Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta, Andriadi Achmad menilai konflik di tanah Papua jangan dianggap sepele dan butuh perhatian serius dari pemerintah pusat. Oleh karena itu, melalui kekuatan TNI – Polri pemerintah semestinya bergerak cepat untuk meredam konflik tersebut agar tidak merambat kemana-mana.
“Pemerintah jangan anggap remeh konflik di Papua. Bagaikan api dalam sekam, seketika membesar dan terus membesar. Oleh karena itu, pemerintah melalui TNI – Polri secepat mungkin memadamkan api konflik agar tidak merambat kemana-mana,” ungkap Andriadi Achmad saat diwawancara media, Sabtu (31/8/2019).
Lebih jauh, Andriadi Achmad menceritakan bagaimana sejarah lepasnya Timor – Timor dari pangkuan NKRI adalah peristiwa terburuk bagi pemerintahan Indonesia. Adapun pintu masuk melalui referendum, sangat efektif Timor-Timor pada akhirnya berhasil memisahkan diri dari Indonesia. Oleh karena itu, Indonesia perlu mewaspadai dan menjaga disintegrasi bangsa. Indonesia sebagai bangsa yang terdiri dari ribuan pulau, bahasa, adat istiadat, budaya, ras dan agama yang terikat dan tak tergoyahkan dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika.
“Sejarah lepasnya Timor – Timor melalui pintu referendum adalah catatan buruk bagi keutuhan NKRI. Oleh karena itu, saat inilah pemerintah harus memainkan peran diplomasi agar konflik Papua tidak menjadi pembahasan PBB, yang nantinya bisa saja memerintahkan diselenggarakannya referendum di Tanah Papua.” Tegas Alumni Pasca Sarjana Ilmu Politik FISIP UI ini kepada para awal media.
Direktur Eksekutif Nusantara Institute PolCom SRC ini menyarankan untuk meredam gejolak di bumi Cendrawasih Papua adalah melibatkan dan kerjasama seluruh elemen anak bangsa, dengan melibatkan tokoh-tokoh papua, lintas agama, ras dan daerah lainnya. Dimana kita adalah satu tubuh yang merdeka, berdaulat dan independen. Kekuatan manapun yang merongrong keutuhan NKRI perlu kita hadang. Oleh karena itu, tanah Papua harus kembali bersinar dan terang. Papua adalah kita, kita adalah Indonesia.
“Kerjasama seluruh elemen anak bangsa, saya yakin konflik Papua segera dapat diredamkan. Melibatkan baik tokoh papua, lintas agama, ras, dan wilayah lainnya. Jangan sampai konflik Papua ibarat bola salju yang terus menggelinding dan membesar. Kita semua adalah saudara, Papua adalah kita, kita adalah Indonesia,” ujar Andriadi mengakhiri wawancara.


Pewarta: Jean Feire