previous arrow
next arrow
Slider

(OPINI) Segmen Musi, Sesar Aktif di Kabupaten Kepahiang

MERUJUK hasil penelitian mutakhir yang dibukukan oleh tim pusat studi gempa nasional pada 2017 lalu, sumber gempa di Indonesia saat ini setidaknya terdiri dari 16 segmen megathrust serta lebih dari 295 segmen sesar darat aktif. Megathrust sebagai generator gempa bumi subduksi di lautan, sedangkan sesar darat merupakan pembangkit gempa bumi darat.

Khusus wilayah Sumatera, sesar aktif ini setidaknya terdiri dari 55 segmen yang tersebar sepanjang pulau Sumatera. Salah satu sesar paling aktif yang ada di wilayah Bengkulu adalah “Sesar Segmen Musi”. Segmen Musi ini memiliki panjang berkisar 70 km memanjang dari Kabupaten Rejang Lebong, melewati Kota Kepahiang hingga sampai ke Desa Ulu Musi Sumatera Selatan.

Di Kabupaten Kepahiang, beberapa wilayah yang sudah diketahui keberadaannya antara lain di Desa Daspetah, Desa Bogor Baru, Sidodadi, Kelurahan Pasar Ujung, serta Kelurahan Padang lekat. Sesar yang memiliki pergerakan rata-rata 13,5 mm/tahun ini menyimpan potensi gempa dengan kekuatan maksimum mencapai M=7,2 (PusGen 2017).

Sesar ini pernah mencatat sejarah memilukan pada tanggal 15 Desember 1979 dengan terjadinya gempa bumi merusak. Hasil analisis BMKG Kepahiang, gempa ini terletak pada koordinat 3,5 Lintang Selatan (LS) dan 102,4 Bujur Timur (BT). Tepatnya terletak di sekitar Desa Daspetah, kurang lebih 10 km dari pusat Kota Kepahiang.

Akibat gempa bumi berkekuatan M=6,0 dan intensitas VIII-IX MMI ini, tidak kurang dari 3.600 bangunan  rusak berat dan ringan serta korban  jiwa sebanyak 4 orang. Gempa bumi merusak lainnya yang pernah terjadi di wilayah Kabupaten Kepahiang adalah gempa bumi pada tanggal 15 Mei 1997 dengan kekuatan M=5,0 yang mengakibatkan setidaknya 65 bangunan rusak berat dan ringan.

#Perulangan Gempa

Setelah tahun 1997 hingga kini belum ada gempa dengan kekuatan lebih dari 5,0 yang terjadi. Padahal secara statistik Segmen Musi memiliki perulangan gempa dengan kekuatan M=5,0 terjadi setiap 19 tahun sekali. Artinya, mulai tahun 2016 wilayah Segmen Musi sudah memasuki perulangan gempa dengan kekuatan M=5,0.

Kendati gempa dengan kekuatan di atas 5,0 belum terjadi pada wilayah ini, berdasar catatan BMKG Kepahiang aktivitas gempa kecil tetap tinggi. Terlebih sejak tahun 2014 hingga 2017, segmen ini terus melepaskan energi dengan terjadi gempa bumi signifikan.

Pada tanggal 26, 27, dan 28 Oktober 2014 terjadi tiga kali gempa bumi signifikan dengan energi total mencapai 3,56902 x 1017 erg atau setara dengan gempa bumi berkekuatam M= 3,8. Sedangkan pada tanggal 30 Mei 2016 terjadi dua gempa bumi kembar (doublet) dengan total energi sebesar 2,67 x 1018 erg atau setara dengan gempa berkekuatan M=4,42.

Selain itu pada tanggal  15 hingga 20 Oktober 2017 segmen ini kembali terjadi delapan kali gempa bumi beruntun dengan total energi yang dilepaskan mencapai 2,55967×1017 erg. Energi ini jika dikonversi menjadi magnitudo setara dengan gempa bumi berkekuatan M=3,74.

Semua gempa beruntun ini mengakibatkan kerusakan ringan baik rumah warga maupun beberapa rumah ibadah dan rekahan pada jalan raya. Besar kemungkinan rangkaian gempa bumi signifikan sejak tahun 2014 hingga 2017 ini merupakan perulangan gempa bumi 15 Mei 1997 yang dilepaskan secara bertahap.

Jika kita akumulasikan energi rangkaian gempa signifikan selama 2014, 2016, dan 2017 mencapai 3,28287  x 1018 erg atau setara dengan gempa bumi berkekuatan M=4,48. Melihat total energi yang dilepas belum mencapai  M=5,0, besar kemungkinan Segmen Musi ini masih menyimpan energi gempa bumi yang belum sepenuhnya pecah sejak terjadi gempa bumi merusak pada tanggal 15 Mei 1997.

Kajian sebelumnya menyebutkan bahwa wilayah Segmen Musi setelah kejadian gempa bumi merusak tanggal 15 Mei 1997 menyimpan energi dengan kekuatan M=6,6 (Ardiansyah, et al. 2015). Dengan demikian, rangkaian gempa tahun 2014, 2016, dan 2017 belum berpengaruh banyak terhadap pelepasan energi yang tersimpan pada Segmen Musi ini.

Hal ini mengindikasikan bahwa masyarakat  yang tinggal di wilayah Kepahiang (terlebih wilayah yang berdampingan sesar musi) harus tetap waspada karena setiap saat gempa darat yang diakibatkan oleh patahan Segmen Musi ini bisa terjadi.

#Mitigasi Gempa

Dapat dibayangkan potensi kerusakan yang terjadi jika gempa dengan kekuatan di atas 5,0 terjadi pada kondisi saat ini. Di mana kondisi saat ini jauh berbeda dibanding tahun 1979 bahkan 1997 kala itu Kepahiang belum menjadi Kabupaten. Kini Kabupaten Kepahiang menjadi kawasan yang berkembang, pembangunan gedung bertingkat semakin masif, pembangunan perumahan juga sangat pesat.

Untuk mengurangi risiko bencana gempa bumi, langkah pertama kita harus “mengakui” bahwa kita hidup berdampingan dengan zona gempa bumi. Fakta ini harus diterima, bukan diabaikan. Bukan pula dijadikan sebagai sesuatu yang menakutkan. Tapi bagaimana cara pengurangan risiko nya. Banyak korban terjadi karena kita mengabaikan tempat kita berhuni.

Sebisa mungkin tidak mendirikan bangunan tepat pada zona gempa bumi ini. Bagi yang memiliki finansial yang mapan, maka merancang hunian yang tahan gempa merupakan tindakan yang perlu dilakukan.

Langkah selanjutnya adalah membuat standar operasional prosedur (SOP) tingkat rumah tangga.  Membuat SOP tingkat rumah tangga dapat dilakukan dengan mulai menata jalur evakuasi sebelum terjadi gempa bumi. Selain itu membuat kesepatan antar penghuni rumah, jika gempa terjadi siapa yang menyelamatkan dokumen penting? Siapa yang menyelamatkan anak kecil? Jika di dalam rumah ada penghuni usia lanjut, juga perlu ditetapkan siapa yang bertugas memboyong keluar, dst.

Langkah kecil di atas perlu dilakukan agar tidak ada kebingungan dan kepanikan jika suatu saat gempa besar benar-benar terjadi. Saatnya kita tidak lagi apatis terhadap kondisi bahwa wilayah kita memang merupakan salah satu zona aktif gempa bumi. Saatnya kita membangun kesiapsiagaan demi mengurangi potensi kerusakan dan korban jiwa saat gempa besar terjadi. (***)


 

Penulis: Sabar Ardiansyah,S.ST

Stasiun Geofisika Kepahiang-Bengkulu

e-mail : sabar.ardiansyah@gmail.com

 

 

 

Komentar Anda
iklan kibar

Related posts