Upaya Memutus Mata Rantai Tengkulak, Petani Rejang Lebong Gelar Festival Kopi Rakyat

Festival Kopi Rakyat Tanah Rejang

REJANG LEBONG, sahabatrakyat.com– Untuk pertama kalinya sekitar 721 petani kopi di wilayah Rejang Lebong, Selasa (7/11/2017), bakal menggelar Festival Kopi Rakyat Tanah Rejang. Kegiatan tersebut direncanakan akan dipusatkan di gedung pola Pemkab Rejang Lebong.
Koordinator Program NGO Aroma Kopi Alam Rejang (AKAR), Pramasti Ayu Kusdinar menjelaskan, Festival Kopi Rakyat Tanah Rejang diselenggarakan sebagai salah satu upaya untuk memutus mata rantai ketergantungan petani kepada para tengkulak atau tauke.
“Selama ini selalu disebut kualitas kopi dari petani kurang bagus, jelek hingga harganya turun. Melalui festival ini petani ingin menunjukkan jika kopi yang dihasilkan oleh petani yang diolah dengan cara petani sendiri juga kualitasnya baik, tidak jauh berbeda dengan kopi para tauke,” ujar Pramasti Ayu kepada wartawan belum lama ini di Curup.
Saat ini, menurut Pramasti Ayu, para petani dari sejumlah desa yang berbatasan langsung dengan hutan lindung di kawasan Rejang Lebong telah menemukan kopi asli berkualitas premium yang kemudian dinamai oleh para petani dan lembaga pendamping Kopi Aroma Kopi Alam Rejang Lebong (Kopi AKAR).
Kopi tersebut berasal dari lima desa yang ada di Kecamatan Curup Selatan dan Bermani Ulu yang petaninya memiliki izin pengelolaan hutan kemasyarakata (HKM) dengan total luas area kebun seluas 1.481 hektar.
“Kopi yang dihasilkan oleh para petani pemegang ini pengelolaan HKM di Air Lanang, Tanjung Dalam, Tebat Pulau, Tebat Tenong Dalam dan Baru Manis ini berkisar 500 ton per tahunnya. Selama ini kopi yang dihasilkan para petani ini dijual biji ke daerah luar melalui para tauke, namun sekarang para petani mencoba mengelola dan mencari pasar sendiri dengan Kopi AKAR,” ungkapnya.
Festival kopi rakyat tanah Rejang sendiri, dijelaskan Ayu, selain menyajikan 1000 cangkir kopi juga akan diisi beberapa rangkaian kegiatan, seperti seminar dan deklarasi Kopi Rakyat Tanah Rejang (AKAR), lalu lomba menyeduh kopi, Pentas Seni, serta sejumlah kegiatan lainnya.
“Silahkan siapa yang mau datang nanti tanggal 7 November pelaksanaannya di Kantor Pemda Rejang Lebong, akan ada banyak acara di sana nanti,” ujarnya.
________________
Penulis: GARENG
Editor: JEAN FREIRE