
BENGKULU SELATAN- Dalam upaya meminimalisir tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak, pemerintah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Perlindungan Perempuan dan Anak serta membentuk Kader Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM).
Sekda Provinsi Bengkulu Nopian Andusti memberikan apresiasi tinggi dengan dibentuknya Satgas ini. Menurutnya, Satgas akan mengakses semua permasalahan kekerasan perempuam dan anak di lingkungan sekitar.
“Pembentukan satgas ini sangat penting, karena inilah ujung tombak pemerintah yang ada di pelosok desa, kelurahan, kecamatan yang tidak terjangkau oleh pemerintah,” tegasnya saat menghadiri sekaligus membuka kegiatan udiensi bersama Deputi Tumbuh Kembang Anak Kementerian PPPA RI dan Pengukuhan Satgas PPA dan Kader Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) Se-Bengkulu Selatan, di Pendopo Lapangan Sekundang, Kamis (4/4/2019).
Pembentukan Satgas PPA dan Kader PATBM ini bertujuan menyatukan persepsi dan tekad dari stakeholders yang ada, baik pemerintah, masyarakat dan swasta dalam rangka membangun komitmen bersama dalam pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Menurut Nopian Andusti, kekerasan terhadap perempuan dan anak adalah tanggung jawab bersama. Semua pihak harus membangun sinergi, dan menjadi kontrol di lingkungan masing-masing.
“Pemerintah Provinsi Bengkulu punya komitmen yang kuat, kami akan terus berupaya dalam berbagai program agar selalu memperhatikan terkait perlindungan perempuan dan anak,” ujar Nopian.
Menurut Nopian, kekerasan dalam rumah tangga memang masih sering terjadi, namun pemerintah daerah akan terus menekan melalui berbagai program agar kekerasan terhadap perempuan dan anak tersebut bisa segera diatasi dan diminimalisir.
Editor: Jean Freire







