BENGKULU, sahabatrakyat.com- Asisten III Setda Provinsi Bengkulu Gotri Suyanto membuka secara resmi Seminar International Blended Learning dan Penyerahan Sertifikat Virtual Coordinator Training (VCT) Bacth 4 Provinsi Bengkulu, Senin (22/7/2019), yang berlangsung di Aula Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan Bengkulu.
Gotri Suyanto mengapresiasi kegiatan tersebut, sebab menurutnya di era revolusi industri 4.0 saat ini memang menuntut guru untuk dapat memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dalam meningkatkan kualitas proses belajar–mengajar.
“Adanya internasional blended learning ini sebetulnya kan membantu untuk para guru dalam rangka untuk proses pembelajaran secara online. Artinya guru–guru bisa belajar secara mandiri menggunakan waktu tersendiri,”jelas Gotri.
Kegiatan Seminar Internasional Blended Learning ini diikuti oleh 153 peserta. Selain berasal dari Provinsi Bengkulu, peserta juga berasal dari Sumatera Selatan dan Jambi.
Blended learning merupakan pembelajaran yang menggabungkan berbagai cara penyampaian, model pengajaran dan gaya pembelajaran.
Blended learning juga merupakan kombinasi pengajaran langsung (face-to-face) dan pengajaran online.
Gotri menambahkan pengajaran online maupun streaming di beberapa daerah masih terkendala dengan jaringan komunikasi yang masih belum maksimal. Hal ini merupakan tantangan pembelajaran online, namun ia yakin ke depan hal tersebut akan dapat diatasi.
“Memang kendala di kita ini kan berkaitan dengan jaringan dan sebagainya, tetapi ke depannya itu pasti bisa teratasi,” terang Gotri.
Pada kesempatan ini Gotri juga menyerahkan secara simbolis Sertifikat Virtual Coordinator Training (VCT) Bacth 4 kepada peserta, yang didampingi Koordinator SEAMEO (The South East Asian Ministers of Education Organization) Center Indonesia Gatot Hari Priowirjanto.
Virtual Coordinator Training sendiri merupakan pelatihan yang diselenggarakan untuk mempersiapkan guru dalam pembelajaran jarak jauh yang berbasis Webex yang diselenggarakan oleh SEAMEO.
Dengan mengikuti pelatihan ini guru akan dibimbing agar siap melaksanakan pembelajaran jarak jauh, baik sebagai host, moderator, maupun pemateri.


Editor: Jean Freire