Kepala Lapss Kelas IIA Bengkulu Ade Kusmanto saat memberikan keterangan kepada awak media
Kepala Lapss Kelas IIA Bengkulu Ade Kusmanto saat memberikan keterangan kepada awak media

BENGKULU, sahabatrakyat.com- Dalam rangka mensukseskan Konferensi Tingkat Tinggi Groups of Twenty atau KTT G-20, Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Bengkulu melalui Lapas Kelas IIA Bengkulu menggelar sejumlah kegiatan untuk menyemarakkan pertemuan 20 negara itu.

Kepala Lapas Kelas IIA Bengkulu Ade Kusmanto, Minggu (05/11/2022), menjelaskan sejumlah kegiatan seperti touring, sosial dan olahraga yang dilaksanakan Lapas Bengkulu merupakan upaya sosialisasi pelaksanaan KTT G-20 kepada masyarakat Indonesia, khususnya di Bengkulu.

“Jadi disela-sela kegiatan itu kami sampaikan apa itu KTT G-20. Ada juga dengan pembagian flyer, pamplet yang sifatnya publikasi bahwa negara kita menjadi tuan rumah KTT G-20 dan kita harus bangga dengan itu,” jelasnya.

Terhadap warga binaan sendiri, lanjut Ade, dengan beragam program yang dilaksanakan diharapkan tak ada warga binaan yang membuat tindakan yang mengganggu keamanan dan ketertiban sehingga mencoreng nama baik Indonesia sebagai tuan rumah KTT G-20 yang bakal berlangsung pada 15-16 November di Bali.

“Jadi ada kegiatan olahraga sampai kegiatan kerohanian. Semua yang sifatnya positif, sehingga tak ada kejadian atau tindakan warga binaan yang membuat nama baik bangsa ini tercoreng,” terang Ade.

Lapas Kelas IIA Bengkulu, kata Ade, memang terus mengembangkan beragam program dalam rangka pembinaan kepribadian dan mendorong kemandirian bagi para warga binaannya.
Di antara program itu adalah pembinaan Kepramukaan yang diselenggarakan dengan bekerja sama dengan Kwarcab UIN FAS Bengkulu. Ada juga program kerohanian hasil kerjasama dengan Kemenag Bengkulu.

“Termasuk pembinaan olahraga dan seni,” kata Kepala Lapas Bengkulu Ade Kusmanto saat berbincang dengan insan pers Bengkulu dalam forum Ngobrol Bareng Media atau Ngobam, Minggu (05/11) siang.

Ngobam sendiri diselenggarakan oleh Lapas Bengkulu sebagai wadah silaturahmi untuk saling bersinergi dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat luas.

Ade menambahkan, untuk mendorong kemandirian warga binaan, di Lapas Bengkulu juga ada program pelatihan keterampilan. Program ini diharapkan menjadi bekal bagi warga binaan sehingga berguna di tengah-tengah masyarakat setelah mereka bebas.

“Menjelang bebas kami berikan mereka skill agar setelah mereka bebas skill itu berguna dan mereka tidak mengulangi atau kembali melakukan kejahatan lagi,” kata Ade.

Beberapa skill atau bekal keterampilan yang dimaksud Ade itu di antaranya bengkel kerja, las baja ringan, barber shop, servis jok mobil dan meubel.

Dikatakan Ade, bagi mereka yang terjerat perkara narkotika, Lapas Bengkulu memberikan ruang khusus untuk rehabilitasi, terlebih bagi mereka yang masuk kategori pecandu.

“Ada program rehabilitasi sosial bagi pecandu narkotika. Jadi ada blok khusus di dalam Lapas ini untuk menangani soal itu dengan bekerjasama dengan pihak BNN Kota Bengkulu. Indeks kehidupan mereka saat ini jauh lebih baik dibanding sebelumnya,” imbuh Ade.

Ghani (25), salah seorang warga binaan kasus narkoba dengan masa tahanan 5 tahun 3 bulan mengakui mendapatkan skill kerja yang bisa ia praktikkan setelah bebas.

“Sepuluh hari lagi saya bebas. Dari adanya kegiatan pramuka waktu kami menjalani masa tahanan terisi dengan hal-hal positif. Setelah keluar nanti, yang pertama saya mau menjadi lebih baik lagi dan tidak terjerumus ke narkoba lagi,” tekadnya.


Sumber: rri.co.id/RRI Bengkulu