BENGKULU.SAHABATRAKYAT – Momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-55 Bank Bengkulu menjadi refleksi penting atas perjalanan panjang institusi keuangan daerah yang tumbuh seiring dengan berdirinya Provinsi Bengkulu. Sejarah mencatat, Bank Bengkulu lahir hanya setahun setelah provinsi ini terbentuk pada 1968, menandai komitmen awal pemerintah daerah dalam membangun kemandirian ekonomi.
Direktur Utama Bank Bengkulu, Iswahyudi, mengungkapkan bahwa inisiatif pendirian bank daerah telah dimulai sejak 9 Agustus 1969 oleh Gubernur Bengkulu saat itu. Upaya tersebut berlanjut dengan pengajuan ke Kementerian Dalam Negeri pada 17 Mei 1970, hingga akhirnya memperoleh izin resmi dari Kementerian Keuangan pada 7 April 1971. Bank Bengkulu kemudian resmi beroperasi pada 13 April 1971—tanggal yang kini diperingati sebagai hari lahirnya.
“Bank Bengkulu adalah anak kandung dari berdirinya Provinsi Bengkulu. Keberadaannya tidak bisa dipisahkan dari sejarah daerah ini,” ujar Iswahyudi dalam acara puncak HUT ke-55 yang digelar di Aula Lantai 7 Kantor Pusat Bank Bengkulu, Jalan S. Parman, Senin (13/4/2026).
Ia menegaskan bahwa sebagai bank pembangunan daerah (BPD), Bank Bengkulu memiliki peran vital dalam menopang pertumbuhan ekonomi lokal. Meski kini dihadapkan pada persaingan dengan berbagai lembaga keuangan lainnya, Bank Bengkulu tetap menjadi pilar utama yang telah “berdarah-darah” dalam membangun fondasi ekonomi daerah sejak awal.

Memasuki usia ke-55, Bank Bengkulu dinilai telah mencapai tingkat kematangan yang patut disyukuri. Namun demikian, tantangan ke depan semakin kompleks, terutama di tengah dinamika global seperti konflik geopolitik yang berdampak pada kenaikan harga energi, inflasi, dan penurunan daya beli masyarakat.
“Kita tidak bisa menutup mata terhadap kondisi global. Dampaknya nyata hingga ke daerah, termasuk pada sektor perbankan. Oleh karena itu, kita harus adaptif dan terus berinovasi,” tegasnya.
Selain tantangan global, perubahan kebijakan fiskal daerah seperti pengurangan APBD juga turut memengaruhi perputaran dana, termasuk dana pihak ketiga dari ASN. Untuk itu, Bank Bengkulu didorong agar tidak hanya mengandalkan captive market, tetapi juga aktif melakukan ekspansi bisnis dengan strategi jemput bola.
Iswahyudi menyoroti potensi besar dana masyarakat di Bengkulu yang mencapai sekitar Rp14 triliun, namun baru sekitar Rp2 triliun yang berhasil dihimpun oleh Bank Bengkulu. Hal ini menjadi peluang sekaligus tantangan yang harus dijawab melalui peningkatan pelayanan dan perubahan mindset organisasi.
“Kita harus proaktif, mendatangi sektor-sektor potensial seperti perkebunan dan pertambangan. Jangan menunggu, tapi harus mengejar peluang,” ujarnya.
Dalam menghadapi era digitalisasi, Bank Bengkulu juga terus berbenah. Berbagai layanan digital seperti mobile banking telah dikembangkan, memungkinkan nasabah melakukan transaksi seperti pembayaran listrik dan pembelian token secara praktis. Transformasi ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan daya saing di tengah perkembangan teknologi keuangan.
Tak hanya dari sisi layanan, peningkatan kualitas sumber daya manusia dan infrastruktur juga menjadi fokus utama. Bank Bengkulu berencana membangun kantor baru di kawasan Jalan S. Parman, tepatnya di sebelah Disperindag Provinsi, guna meningkatkan kualitas pelayanan, khususnya bagi ASN dan pengelolaan kas daerah.
“Pelayanan terbaik adalah kunci. Seluruh jajaran harus siap melayani masyarakat selama 24 jam dengan profesionalisme tinggi,” tambahnya.
Perayaan HUT ke-55 Bank Bengkulu turut diisi dengan berbagai kegiatan sosial seperti pemotongan tumpeng, santunan kepada anak yatim dari Panti Asuhan Kasih Ibu, serta aksi donor darah. Acara ini juga dihadiri oleh jajaran pimpinan, pensiunan, serta perwakilan Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menambah khidmat suasana peringatan.

Dengan semangat “Tangguh dan Terus Tumbuh”, Bank Bengkulu diharapkan mampu memperkuat eksistensinya sebagai lembaga keuangan daerah yang adaptif, inovatif, dan berkontribusi nyata dalam mendorong kemajuan ekonomi Provinsi Bengkulu di masa depan. (Adv)








