LEBONG – Rekaman kamera pengawas (CCTV) mengungkap dugaan aksi pencurian rokok yang terjadi di sebuah toko di Kelurahan Turan Lalang, Kecamatan Lebong Selatan, Kabupaten Lebong. Aksi pelaku yang terekam jelas itu kini menjadi sorotan.
Terlapor berinisial W, warga Kelurahan Turan Lalang, Kecamatan Lebong Selatan, diduga beraksi seorang diri dengan memanfaatkan kondisi toko yang sedang lengang untuk melancarkan aksinya.
Peristiwa tersebut terungkap setelah pemilik toko, Poppi Puspa Sari, melakukan pengecekan stok barang pada Rabu (24/6/2026). Ia mendapati sejumlah rokok yang seharusnya masih tersedia justru telah raib secara misterius.
Awalnya, Poppi mengira rokok tersebut habis karena penjualan. Namun rasa curiganya muncul setelah memastikan kepada penjaga toko bernama Dwi Yullyus (23) warga Tik Jeniak, Kecamatan Lebong Selatan, bahwa rokok belakangan ini tidak terlalu diminati pembeli. Dari situlah ia memutuskan menelusuri rekaman CCTV.
Betapa terkejutnya, dari rekaman kamera pengawas terlihat warga setempat berinisial W diduga mengambil rokok dan makanan selama dua hari berturut-turut, yakni pada 22 hingga 23 Juni 2026. Itupun dilakukan saat penjaga toko bernama Dwi sedang lengah.
“Motifnya mau belanja. Setelah saya lihat CCTV, ternyata dia diam-diam masuk dan mengambil rokok. Ini sudah terjadi dua hari berturut-turut,” ungkap Poppi Puspa Sari dalam keterangan yang diterima wartawan pada Sabtu malam (4/7/2026).
Dalam rekaman CCTV, terlihat seorang pria bertubuh kurus mengenakan kemeja warna putih, topi, dan celana panjang warna hitam saat menjalankan aksinya.
Pelaku yang dikabarkan tinggal di mes perusahaan sekitar lokasi datang ke toko. Saat kejadian, kondisi toko memang tidak sepenuhnya kosong, namun penjaga berada di warung sebelah yang masih satu area sehingga tidak menyadari ada orang masuk ke dalam toko.
Pelaku tampak lebih dulu memastikan situasi aman sebelum mengambil rokok dari etalase dan memasukkannya ke dalam kantong, lalu berusaha bertindak seolah-olah tidak terjadi apa-apa.
Tak lama berselang, ketika penjaga warung datang, pelaku berpura-pura hendak berbelanja dan tetap melakukan transaksi layaknya pembeli biasa.
“Jadi, saat saudara saya masuk ke warung, dia udah berani masuk ke dalam mengambil barang,” tegas Puspa.
Akibat kejadian tersebut, pemilik toko mengaku mengalami kerugian karena aksi itu diduga dilakukan berulang kali oleh terlapor. Bahkan, ia juga menyebut terlapor kerap mengintip ke arah kamar yang berada di belakang toko.
“Belakang toko itu ada kamar. Dia juga sering mengintip,” kesal pelapor.
Kasus dugaan pencurian tersebut telah dilaporkan ke pihak kepolisian setempat. Namun hingga kini, Poppi mengaku proses penanganan laporannya belum menunjukkan perkembangan yang berarti.
“Kemarin saya tanya alasannya pelaku ada gangguan jiwa. Kalau memang gangguan jiwa, mana mungkin bisa mengambil dan mengamati gerak-gerik penjaga warung,” demikian Puspa.
Hingga berita ini dimuat, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian setempat terkait laporan dugaan pencurian tersebut. (**)







