Bengkulu – Bank Bengkulu mengingatkan masyarakat di Provinsi Bengkulu agar meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan institusi perbankan tersebut.
Imbauan itu disampaikan menyusul masih adanya potensi penyalahgunaan nama Bank Bengkulu maupun jajaran direksinya untuk melancarkan aksi kejahatan siber.
Corporate Secretary Bank Bengkulu, Ade Mahfud, menegaskan masyarakat diminta tidak mudah mempercayai pesan singkat, panggilan telepon, ataupun bentuk komunikasi lain yang mengatasnamakan Bank Bengkulu dan berisi permintaan data pribadi maupun informasi perbankan.
Menurutnya, masyarakat harus menolak setiap permintaan yang berkaitan dengan PIN, password, kode One Time Password (OTP), hingga permintaan transfer dana yang mengatasnamakan pimpinan atau pegawai Bank Bengkulu.
“Jangan pernah memberikan informasi rahasia perbankan kepada siapa pun. Pastikan setiap informasi yang diterima dikonfirmasi melalui kanal resmi Bank Bengkulu,” kata Ade Mahfud, Senin (6/7/2026).
Ia juga mengimbau masyarakat segera melaporkan apabila menemukan indikasi penipuan yang mencatut nama Bank Bengkulu maupun jajaran direksi. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah semakin banyaknya korban akibat penyalahgunaan identitas lembaga perbankan.
Ade menegaskan kewaspadaan masyarakat menjadi salah satu upaya utama dalam menjaga keamanan transaksi keuangan di tengah meningkatnya ancaman kejahatan digital.
“Mari bersama-sama menjaga keamanan transaksi dan melindungi diri dari tindak kejahatan siber,” ujarnya. (ADV)







