Usianya sudah 3 tahun, namun bocah ini hanya mampu berbanring

 
REJANG LEBONG, sahabatrakyat.com– Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong, khususnya Dinas Kesehatan sepertinya harus lebih dapat menunjukkan komitmennya terhadap penanganan masalah kesehatan khususnya kepada masyarakat miskin di wilayah tersebut. Apalagi Pemkab melalui Bupati dan Wakil Bupatinya telah mencanangkan program kesehatan sebagai program prioritas.
Salah satu bocah malang di Desa Mojorejo, tepatnya di Dusun I Kecamatan Selupu Rejang bernama Meditiya Pratama Fauzan (3 tahun) saat ini membutuhkan perhatian lebih dari pihak terkait khususnya Dinas Kesehatan dan jajarannya. Fauzan telah 3 tahun mengalami sakit yang membuatnya tidak tumbuh seperti bocah lainnya, bahkan hingga usianya saat ini belum mampu berjalan maupun berbicara melainkan hanya mampu terbaring lantaran sakit yang dialaminya.
Menurut Randy (34 tahun), ayah kandung Fauzan, anak semata wayangnya tersebut hingga saat ini belum diketahui pasti apa yang menjadi penyebabnya, termasuk jenis sakit apa yang dialaminya. Hanya saja secara fisik Randy seperti terlihat tidak memiliki tulang belakang yang dapat membuat dirinya mampu menegakkan tubuhnya, sehingga Fauzan hanya mampu terbaring lemas tanpa bisa duduk ataupun berdiri, termasuk untuk mengangkat kepalanya.
“Dia ini seperti inilah kondisinya pak, seperti tidak ada tulang belakang, dia tidak bisa mengangakat kepalanya, apalagi duduk atau berdiri, paling kami gendong, disandarkan kebadan baru kepalanya tegak, itupun tidak tahan lama, dia juga tidak bisa dengar suara bising,”terang Randy.
Terkait upaya pengobatan terhadap Fauzan, diakui oleh Randy pernah dibawa ke RSUD Curup namun belum membuahkan hasil, sempat dibawa ke Lubuk Linggau namun juga belum membuahkan hasil apalagi keluarga tersebut saat itu harus dihadapkan pada biaya berobat yang cukup mahal untuk dapat terus melanjutkan pengobatan.
“Alhamdulillah kalau sekarang kami sudah dapat KIS, kalau selama ini kami bayar pak dan kami tidak punya uang, kami mau anak kami sembuh, dulu sempat mau dirujuk, tapi kami tidak punya biaya,”tuturnya lirih.
Selain itu yang memprihatinkan terhadap kondisi Fauzan, petugas Puskesmas wilayah tersebut dari informasi yang didapat tidak secara rutin melihat kondisi Fauzan termasuk soal dukungan kebutuhan gizi Fauzan selain hari Posyandu yang diadakan sebulan sekali. Padahal harapan kedua orang tua Fauzan termasuk masyarakat sekitar dan juga perangkat Desa petugas kesehatan dapat rutin memantau perkembangan anak malang tersebut.
“Kalau sekarang selain pas Posyandu belum ada petugas yang datang kesini pak melihat kondisi anak kami secara rutin, kalau untuk gizi ya seadanya pak,”ujar Sri Erlina (38 tahun), ibu kandung Fauzan.
Kepala Dusun I Desa Mojorejo, Triyono menambahkan saat ini keluarga Randy sudah memiliki fasilitas kartu berobat KIS yang selama ini mereka tidak miliki. Hal tersebut pun tak lepas dari peran dari pemerintah desa setempat. Selain itu pihaknya juga terus mengupayakan jenis bantuan lainnya untuk keluarga yang berprofesi sebagai buruh tani itu.
“Keluarga ini sudah kami masukkan sebagai keluarga prioritas pak, kedua orang tua dari Fauzan ini hanya buruh tani, mereka tidak memiliki rumah maupun lahan sendiri, kami juga berharap jika memang ada program untuk penanganan masalah Fauzan ini kami sangat dukung pak,” kata Triyono.
__________________
Penulis: A Gareng
Editor: Jean Freire
Foto: A Gareng