
BENGKULU, sahabatrakyat.com– Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, Jumat siang (10/04/2020), meninjau gudang Bulog yang berlokasi di KM 8,5 Kelurahan Sidomulyo, Kota Bengkulu. Gubernur hendak memastikan stok beras yang akan disalurkan bagi masyarakat yang terdampak Covid-19.
Kepada para wartawan yang mengikuti kunjungan kerjanya, Gubernur menyatakan stok beras di gudang Bulog ada 200 ton. Kualitasnya cukup bagus. “Untuk awal akan kita keluarkan dulu 100 ton,” imbuh Rohidin.
Ia menjelaskan, bantuan pangan berupa beras itu akan dikemas menjadi 10 kg per paket. Mereka yang akan menerima adalah masyarakat perkotaan di seluruh wilayah Provinsi Bengkulu yang terdampak langsung wabah corona.
“Pertama, teman-teman yang bekerja di sektor transportasi, yakni tukang ojek yang tak dapat penumpang karena kebijakan social distancing pemerintah,” sebut Rohidin.
Lalu, tukang parkir yang terdampak akibat terhentinya aktivitas ekonomi. Selanjutnya, pedagang makanan keliling atau pemilik warung kecil-kecil di pinggir jalan.
“Intinya adalah mereka yang terdampak langsung Covid-19 ini. Ini dulu yang perlu ditangani,” ujarnya lagi.
Menurut Rohidin, calon penerima bantaun ini akan didata melalui asosiasinya masing-masing. Misalnya pengurus organisasi tukang ojek, tukang parkir, dan seterusnya. “Kalau satu per satu kan sulit. Jadi nanti akan diminta datanya ke pengurus masing-masing,” imbuh Rohidin.
Kata Rohidin, bantuan beras ini akan segera didistribusikan. Tergantung kesiapan pemaketan oleh Bulog. “Kalau hari ini bisa dipaketkan seribu sampai dua ribu, besok pagi saya kira sudah bisa didistribusikan,” ujarnya.
Sementara Kepala Perum Bulog Divisi Regional Bengkulu Devrial mengatakan, pihaknya hanya menyediakan stok. Untuk kepastian distribusi ke penerima tergantung kesiapan pemerintah daerah.
Dikatakan Devrizal, stok beras cadangan beras pemerintah atau CBP saat ini ada 4300 ton. Dan masih akan ada tambahan sebanyak 1300 ton.
Ia menjelaskan, sesuai ketentuan jatah setiap kabupaten dan kota adalah 100 ton per tahun. Sementara Pemprov dijatah 200 ton per tahun. ‘Jadi kalau ada bencana alam, silakan kabupaten/kota ajukan sesuai Peraturan Menteri Sosial,” katanya.
Sesuai arahan Gubernur, lanjut Devrizal, maka pihaknya akan membagi 200 ton jatah Provinsi itu menjadi 20 ribu paket karena per paket dijatah 10 kg. “Tapi kata Gubernur, untuk di awal seratus ton dulu,” imbuhnya.
Selain cadangan beras yang masih cukup hingga empat bulan ke depan, Devrizal menyebut bahan pangan lain yang masih tersedia di Gudang Bulog di antaranya gula (120 ton), dan daging beku (4 ton).
Penulis: RRI Bengkulu | Editor: Jean Freire







