Covid-19 Papar Aparat Keamanan & Tenaga Kesehatan, Gubernur Pastikan Penanganan Menyeluruh

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah saat memberikan keterangan kepada wartawan soal kasus positif Covid-19 yang menyasar petugas kesehatan dan keamanan, Minggu (10/05/2020)

BENGKULU, sahabatrakyat.com Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah memastikan semua petugas medis termasuk aparat Kepolisian yang terpapar Covid-19 sudah menjalani isolasi dan tidak berinteraksi dengan masyarakat luas.

Penegasan itu disampaikan Gubernur menyusul peningkatan jumlah orang yang dinyatakan positif terpapar Covid-19 per hari Sabtu tanggal 09 Mei 2020.

“Petugas medis sejak awal penanganan wabah ini memang sudah disiolasi di Badan Diklat. Mereka tidak pulang ke rumah, sehingga tidak berinteraksi dengan warga,” jelas Rohidin.

Kata Rohidin, yang terjadi dengan petugas medis adalah penularan horizontal. Sebab mereka saling berinterakhsi saat istirahat setelah bertugas. “Mereka lupa menjalankan protokol kesehatan,” jelasnya kepada wartawan, Minggu (10/05).

Karena petugas yang terpapar ada di dua lokasi, yakni Bengkulu Utara dan Kota Bengkulu, Rohidin mengatakan penanganannya akan melibatkan Gugus Tugas Covid Kabupaten dan Kota setempat dan didukung Gugus Tugas Provinsi.

Sementara sejumlah aparat Kepolisian, termasuk mantan Kapolda Bengkulu yang juga dikabarkan terpapar, kata Rohidin, juga sudah menjalani isolasi mandiri. Mereka juga tidak banyak berhubungan dengan masyarakat banyak.

Untuk penanganan, kata Rohidin, karena cluster yang kena adalah aparat dan petugas medis maka akan lebih mudah. Perlakuannya akan serupa saat penanganan dengan kasus terdahulu, misalnya terhadap jamaah tablig dan di Bank Bengkulu.

“Jadi siapa saja yang pernah kontak dengan empat orang dari kepolisian yang terpapar. Semua akan di-rapid tes. Begitu juga dengan tenaga kesehatan. Termasuk kalau ada kelompok atau komunitas yang pernah beriteraksi juga boleh melapor dan akan di-rapid tes dan diisolasi,” katanya.

Lebih lanjut Gubernur menegaskan siapa pun bisa terinfeksi corona. Tidak peduli status sosial dan jabatan. “Dan ini bukan sesuatu yang harus dikucilkan. Ini bukan aib. Bukan kesalahan. Siapa saja bisa kena,” kata dia.

Data Sudah Dibuka

Terkait keterbukaan informasi data yang terpapar Covid-19, kata Rohidin, pemerintah sudah sangat terbuka. Tak ada lagi yang ditutup-tutupi. Tinggal lagi dilihat sejauh mana dampak atau manfaatnya kalau memang harus diumumkan ke publik.

“Tidak ada yang ditutupi. Data alamat dan status pekerjaannya sudah ada di list. Lagi pula seperti petugas kesehatan kan memang sudah dipusatkan di satu lokasi. Tidak pernah pulang ke rumah. Begitu juga aparat keamanan, begitu terpapar mereka dengan kesadaran sendiri langsung isolasi,” kata Gubernur.

Update Gugus Tugas

Sementara itu berdasarkan data rekapitulasi terbaru Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bengkulu, jumlah orang yang kini dalam perawatan atau isolasi mandiri adalah 35 orang.

Sebaran terbanyak di Kota Bengkulu (21) disusul Kepahiang (4), Bengkulu Utara (3), Seluma dan Kaur masing-masing 2, dan Bengkulu Selatan, Mukomuko, Bengkulu Tengah–masing-masing satu. Sementara Rejang Lebong dan Lebong belum ada alias nol.


Penulis: RRI Bengkulu | Editor: Jean Freire