BENGKULU – Jika kamu merasa kuat begadang setiap malam, sebaiknya pikir dua kali. Di balik produktivitas semu itu, kurang tidur ternyata bisa menjadi “bom waktu” bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah.
Dilansir dari Very Well Health, orang dewasa disarankan tidur minimal 8 jam setiap malam. Namun banyak yang abai terhadap anjuran ini, padahal kurang tidur dapat memicu hipertensi, bahkan meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.
Secara ilmiah, saat tubuh kekurangan waktu tidur, sistem saraf menjadi lebih aktif dan memproduksi hormon stres seperti kortisol dan norepinefrin. Akibatnya, pembuluh darah menyempit dan tekanan darah meningkat drastis.
“Tidur adalah waktu tubuh melakukan perbaikan, membuang limbah sel, dan menstabilkan hormon penting. Jika proses ini terganggu, jantung bekerja tanpa istirahat,” tulis laporan Very Well Health.
Normalnya, tekanan darah seseorang akan menurun saat tidur malam dalam fase yang disebut nocturnal dipping. Namun, jika tidur terganggu, mekanisme ini gagal bekerja—membuat sistem kardiovaskular terus berada dalam tekanan tinggi.
Kondisi ini bisa memburuk seiring waktu. Gangguan tidur seperti insomnia dan sleep apnea diketahui memperbesar peluang hipertensi. Sleep apnea bahkan membuat kadar oksigen darah menurun dan memicu reaksi “siaga darurat” tubuh, yang akhirnya menaikkan tekanan darah.
Sebuah studi tahun 2023 menunjukkan bahwa mereka yang tidur kurang dari enam jam per malam memiliki risiko 10 persen lebih besar mengalami hipertensi dibanding yang tidur cukup.
Jadi, jangan bangga dulu kalau bisa lembur hingga dini hari. Sebab, kebiasaan itu bisa jadi pintu masuk menuju penyakit mematikan seperti stroke dan serangan jantung.
Mulailah perbaiki pola tidur sekarang juga. Ingat, tidur cukup bukan tanda malas — tapi tanda kamu sayang pada tubuhmu sendiri. (red)







