
SELUMA, sahabatrakyat.com– Pasca-mencuatnya laporan tentang dugaan pelecehan seksual oleh oknum Lurah Padang Rembun, Kecamatan Seluma Selatan berinisial S belum lama ini, warga setempat pada Senin malam (29/03/2021) menggelar rembuk atau musyawarah.
Tujuan musyawarah itu adalah untuk mencari cara mengungkap kebenaran atas pengakuan dari setidaknya empat perempuan warga setempat sehingga ke depan warga tidak lagi menjadi resah dan nama baik kelurahan bisa dipulihkan.
Apalagi kabar soal tudingan warga itu sudah menjadi perhatian Pemkab dan Badan Musyawarah Adat (BMA) Kabupaten Seluma.
Berita terkait: Oknum Lurah di Seluma Diduga Berbuat Tak Senonoh ke Warganya
Musyawarah warga yang berlangsung di kediaman ketua RW setempat itu dimulai sekitar pukul 19.30 WIB. Selain sekitar 60 warga, hadir juga unsur Tripika yang diwakili Bhabinkamtibmas, Babinsa, tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh adat.
Rembuk warga itu sendiri memang belum menghasilkan keputusan. Rembuk baru menyepakati agar warga yang mengaku menjadi korban pelecehan oknum lurah membuat pernyataan tertulis sebagai bahan bagi BMA yang akan mengambil sikap atau keputusan.
Secara umum, warga yang ikut rembuk berharap agar Pemkab dan BMA memberi sanksi tegas kepada oknum lurah jika terbukti melakukan perbuatannya nanti. Warga minta yang bersangkutan tidak lagi memimpin di Kelurahan Padang Rambun dan digantikan oleh pejabat dari luar.
Pewarta: Sukardianto







