Jumlah Kontingen Bengkulu ke PON Papua Berpotensi Berkurang

IRWAN ALWI

BENGKULU, sahabatrakyat.com- Jumlah delegasi Provinsi Bengkulu ke PON Papua yang direncanakan dihelat 2021 mendatang dimungkinkan berkurang dari rencana semula.

Kemungkinan pengurangan itu disebabkan keterbatasan anggaran. Sebab, jika pandemi Covid-19 tak kunjung reda, maka pos anggaran pemerintah dipastikan masih akan difokuskan untuk penanganan wabah tersebut.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Bidang Prestasi KONI Bengkulu Irwan Alwi kepada RRI baru-baru ini di Bengkulu terkait proyeksi KONI terhadap PON Papua yang ditunda tahun
depan.

“Dengan kondisi yang sulit begini, kemungkinan, saya katakan kemungkinan, ke depan di PON 2021 tentu harus dikaji ulang dan dipilah-pilah siapa yang harus diberangkatkan dengan anggaran yang ada,” kata Irwan.

Menurut dia, jika alokasi dana PON tidak seperti yang diminta berdasarkan jumlah atlet, pelatih dan panitia, maka tak mungkin yang diberangkatkan sesuai rencana awal.

“Kalau semua diberangkatkan, 83 atlet ditambah pelatih dan panitia atau totalnya 125 orang semua, saya kira mustahil kalau anggaran tidak tersedia,” ujar Irwan.

Kepastian Pelatda

Irwan mengatakan, Pelatda menuju PON saja hingga kini belum diputuskan bagaimana model dan teknis pelaksanaannya. Lagi- lagi ini terkait dengan ketersediaan anggaran yang harus difokuskan pemerintah daerah untuk menangani Covid-19.

“Ini yang harus kita bicarakan bersama Ketua Pelatda. Sebab dengan penundaan PON mau tak mau durasi persiapan menjadi lebih panjang. Ini akan terkait juga soal anggaran,” tukas Irwan.

Bidang Prestasi sendiri, lanjut Irwan, sudah mmepersiapkan tawaran program Pelatda yang baru untuk mengganti program sebelumnya yang tak bisa diteruskan karena penundaan PON dan wabah corona.

“Ke depan Pelatda harus dibicarakan secara teknis karena PON ditunda. Penundaan ini membuat masa latihan, periodeisasi, akan sangat panjanag. Ini terkait juga soal anggaran,” kata Irwan.

Sebelum corona, ungkap Irwan, Pelatda berjalan dijadwalkan mulai Maret 2020. Namun baru beberapa waktu dimulai, Covid- 19 mengancam. Bahkan monitoring Pelatda sendiri baru terlaksana di dua tempat, yakni Makkasar dan Jakarta.

Irwan menegaskan persiapan ke PON, terutama latihan atlet, tidak mungkin dihentikan. Hanya saja dengan kondisi anggaran, maka programnya mau tak mau mesti menyesuaikan.

“Kami di bidang prestasi sudah membuat program baru yang berbeda dengan sebelumnya. Kemarin misalnya dirancang pelatda berjalan lima bulan. Saran kami, baiknya 2020 ini
pembinaan pelatda diserahkan ke cabor masing-masing. Nanti di Februari 2021 dievaluasi. Kalau ada performance yang menurun, sakit, dll kita harus sampaikan pahit-pahit,” papar
Irwan.

Irwan menandaskan, kepastian bagaimana program Pelatda PON ini akan diputuskan setelah pihaknya rapat secara khusus bersama ketua Pelatda yang juga ketua KONI Bengkulu.


Penulis: RRI Bengkulu | Editor: Jean Freire