Kasus Tindak Pidana Meningkat, Polda Minta Bikin Perda Miras

BENGKULU- Operasi Kepolisian yang digelar oleh Polda Bengkulu dan Polres jajaran menjelang pelaksanaan Pilkada serentak 2020 dengan sandi Ops Cipkon Nala 2020 tadi malam pukul 00.00 WIB (09/09/2020) resmi dinyatakan berakhir.

Dalam operasi yang digelar selama 14 hari yang dimulai dari tanggal 27 Agustus hingga 09 September 2020 tersebut, Polda Bengkulu dan Polres jajaran berhasil mengungkap ratusan tindak pidana kejahatan dengan total tersangka 206 orang.

Direskrimum Polda Bengkulu Kombes Pol Teddy Suhendiawan mengatakan, jumlah tindak pidana yang diungkap tahun ini meningkat jika dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya.

“Yang paling dominan adalah temuan barang bukti minuman keras. Ini yang perlu disikapi dengan aturan yang bisa membatasi peredaran miras seperti tuak dengan peraturan daerah,” kata Kombes Teddy.

Teddy mengatakan, belum adanya perda larangan minuman keras sejenis tuak maka tindakan polisi hanya sebatas pencegahan dan pembinaan. Padahal, kata dia, miras menjadi pemicu aksi kejahatan atau tindak pidana.

Menurut Teddy, meski operasi cipkon ini berakhir, namun pihaknya masih akan terus melakukan kegiatan pencegahan dan penertiban. “Ini kan dalam upaya cipta kondisi saja menjelang Pilkada nanti. Tapi kita akan terus berlanjut,” katanya.

Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Pol Sudarno, S.Sos., M.H., mengungkapkan, selama pelaksanaan operasi cipta kondisi yang digelar tersebut, pihaknya berhasil menangkap 206 orang tersangka terdiri dari 339 pengungkapan baik itu yang masuk dalam TO maupun yang non TO.

Selain menangkap 206 orang tersangka, Polda Bengkulu dan Polres jajaran juga berhasil menyita barang bukti sebanyak 15.448 yang didominasi oleh miras, sajam, narkotika, VCD bajakan dan kejahatan jalanan.

”Dari pelaksanaan operasi cipkon ini, Polda Bengkulu dan jajaran mengharapkan terjadinya situasi yang kondusif selama pelaksanaan Pemilukada yang saat ini sudah mulai bergulir rangkaian kegiatan pemilukada,” kata Sudarno.

Terpisah, Kapolres Bengkulu AKBP Pahala Simanjuntak melalui Kabag Ops AKP Enggarsah Alimbaldi menyebut selama Ops Cipkon pihaknya menyatroni lebih dari 20 warung remang-remang dan tiga tempat hiburan malam.

Enggarsah menyebut pihaknya menyita 731 liter tuak, 148 botol mirasi, 2 unit sajam, 241 keping Samcodin, dan 11 kaleng lem aibon. Selama operasi pihaknya menangkap 5 target operasi dan 38 non target.

Dari Polres Lebong dilaporkan jumlah tersangka yang ditangkap selama Ops Cipkon 11 orang, masing-masing 5 orang TO dan 6 lainnya non TO.

“Kami menyita 71 BB miras, 3 sajam, 2 alat kontrasepsi, 3 kendaraan roda dua, 5 obat-obatan, 9 unit barang elektronik, 5 kaleng lem aibon, dan satu unit mobil,” kata Kasat Reskrim AKP Didik Mujiyanto SH MH dalam rilisnya.


Penulis: RRI Bengkulu