Operasi Cipkon: Lima Hari 86 Tersangka, 7 Ribuan BB

Tabel Rekap Data Hasil Ops Cipkon Nala 2020/Sumber: Tribratanewsbengkulu

BENGKULU, sahabatrakyat.com Operasi Cipta Kondisi Nala 2020 yang digelar serentak Polda Bengkulu dan Polres jajaran memasuki hari kelima, Senin (31/08/2020).

Operasi ini digelar menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gubernur/Wakil Gubernur Bengkulu dan Bupati/Wakil Bupati secara serentak.

Kapolda Bengkulu Irjen Pol Teguh Suwarso MSi melalui Kabid Humas Kombes Pol Sudarno, S.Sos., M.H., mengungkapkan, hingga hari kelima pihaknya berhasil mengungkap dan menangkap 86 orang tersangka.

”Tersangka yang kita tangkap tersebut terdiri dari 24 orang masuk TO, dan 57 orang itu statusnya non-TO,” jelas Sudarno.

Ia menjelaskan, Selain menangkap 86 orang tersangka, pihaknya juga berhasil menyita sebanyak 7.062 barang bukti.

Rincian BB itu masing-masing dari Polda Bengkulu yang mengamankan 56 botol miras, 1 unit HP dan 1 buah senjata tajam (sajam); Polres Bengkulu mengamankan 170 liter tuak dan 90 botol miras.

Lalu, Polres Bengkulu Utara mengamankan1 paket sabu, 1 kaca pirek, 1 korek api gas, 1 tutup botol, 2 unit HP, 1 unit R2, 17 botol miras, 1 buah topi, 1 buah baju kaos, 1 buah celana pendek, 60 liter tuak, 2 lembar kertas angka, 5000 biji petasan dan uang tunai Rp. 419.000,-,

Polres Bengkulu Selatan mengamankan 7 liter tuak; Polres Seluma mengamankan 24 liter tuak, 8 potong kayu aru, 2 buah teko, 1 buah ember, 1 buah jerigen, dan 44 botol miras, 20 kg gula aren; Polres Kaur mengamankan 19 botol miras.

Polres Kepahiang mengamankan 300 botol miras, 600 biji petasan api; Polres Rejang Lebong mengamankan 1 sajam, 60 liter tuak, 219 botol miras, 158 keping VCD bajakan; Polres Lebong mengamankan 1 unit kipas angin, 1 TV, 1 STNK, 1 unit receiver, 2 unit R4, 4 unit HP, 3 buah pipa besi, 3 sajam dan 1 buah palu.

Dari Polres Mukomuko: 330 liter tuak, 3 boyol miras; dan Polres Bengkulu Tengah ada BB 16 botol miras, 25 liter tuak.

“Ops Cipkon akan kita gelar sampai 9 September nanti, jadi kita masih akan menggelar razia–razia secara mendadak,” pungkas Sudarno.


Editor: Jean Freire