BENGKULU – Menyikapi kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi di sejumlah wilayah dalam beberapa hari terakhir, Pemerintah Provinsi Bengkulu bergerak cepat dengan menggelar rapat koordinasi bersama pihak Pertamina. Rapat ini dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Bengkulu, didampingi Asisten II Setda Provinsi Bengkulu, Raden Ahmad Denny.

“Tadi kita sudah rapat, dipimpin oleh Wakil Gubernur, saya, dan perwakilan dari Pertamina. Memang suplai BBM terhambat, itu tidak bisa dipungkiri,” ujar RA Denny usai rapat.

Menurut Denny, permasalahan distribusi terjadi akibat perbedaan jalur pasokan yang digunakan di wilayah Bengkulu. Ia menyebutkan bahwa suplai BBM tidak datang melalui laut dari Pulau Baai, melainkan melalui jalur darat.

“Masalah Pulau Baai memang jadi salah satu persoalan, tapi suplai minyak kita tidak melalui laut, melainkan darat. Untuk wilayah seperti Lebong, Rejang Lebong, dan Kepahiang, disuplai dari Lubuk Linggau,” jelasnya.

Dari hasil rapat tersebut, pihak Pertamina menyatakan telah menyiapkan langkah cepat untuk mengatasi gangguan distribusi yang menyebabkan kelangkaan BBM.

“Hasilnya, rapat dengan Pertamina ini akan tuntas dalam 1–2 hari. Mereka sudah janji tadi,” tutup Denny (**)