BENGKULU, sahabatrakyat.com– Memasuki pekan keempat bulan April 2020, realisasi pencairan dana desa di Provinsi Bengkulu baru 14,2 persen atau baru 191 desa dari total 1.341 desa se-Provinsi Bengkulu.

Data itu diungkap Anggota DPD RI Eni Khairani di laman akun facebooknya, Rabu (22/04/2020) siang. Eni menerangkan, dirinya tengah mengikuti rapat kerja dengan Menteri PDTT secara virtual meeting (online).

“Banyak persoalan sehingga dana desa belum bisa dicairkan, apalagi banyak aturan baru yang menyebabkan semakin lambatnya dana desa dicairkan,” jelas Eni.

Eni bilang ada kebijakan pemotongan Dana Alokasi Umum oleh Kementerian Keuangan yang bisa berdampak dengan pengurangan Dana Desa.

“Jika ada informasi terkait persoalan Dana Desa, baik DD yang belum cair atau pun kepentingan penanggulangan atau pencegahan Covid-19, silakan disampaikan,” imbau Eni.

Eni lantas memberikan nomor WhatsApp stafnya di 081319603799. Ia juga mempersilakan menyampaikan usulan lewat inbox.

Lebih lanjut Eni mengunggah tabel terkait kondisi pencairan Dana Desa se-Provinsi Bengkulu. Dari 9 kabupaten, masih ada tiga di antaranya yang belum cair sama sekali, yakni Rejang Lebong (122 desa), Lebong (93 desa), dan Bengkulu Tengah (142 desa).

Sementara kabupaten lainnya yang sudah mencairkan DD, tertinggi adalaha Kaur (69 dari 192 desa), lalu Bengkulu Selatan (38 dari 142 desa), Mukomuko (32 dari 148 desa), Kepahiang (27 dari 105 desa), Seluma (23 dari 182 desa) dan Bengkulu Utara (2 dari 215 desa).

Tahun ini total DD se-Provinsi Bengkulu adalah Rp 1.099.512.847 atau lebih besar dibanding tahun 2019 sebesar Rp 1.079.418.707.


Penulis: Jean Freire