Pengusiran Terhadap Wartawan Berakhir Damai

BENGKULU UTARA, sahabatrakyat.com-  Pengusiran terhadap wartawan media online saat liputan Rapat Paripurna internal DPRD Kabupaten Bengkulu Utara dengan agenda Laporan Kerja Komisi terhadap Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Bengkulu Utara tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2022, berakhir damai.

Permohonan maaf disampaikan oleh Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bengkulu Utara (BU), kepada jurnalis media online yang sempat mendapatkan perlakukan kurang baik dari bawahannya.

Sekwan menyampaikan, permohonan maaf kepada Wartawan Media Online yang di dampingi pengurus SMSI BU di ruang kerjanya, Selasa (30/11/2021).

“Kami meminta maaf jika terdapat sikap yang dinilai kurang pas kepada awak media. Ini merupakan miss komunikasi, semoga menjadi pembelajaran bagi kita semua,” kata Sekretaris DPRD Bengkulu Utara, Evi Fitriani.

Sementara itu, Ketua SMSI Bengkulu Utara Ismail Yugo, mengenai pengusiran salah satu wartawan, insiden ini terjadi lantaran komunikasi yang belum terjalin. berharap agar peristiwa serupa tidak terjadi lagi di kemudian hari. Adab dan sopan santun merupakan kunci agar komunikasi lebih terjalin dengan baik.

“Kita fokus dengan penyelesaian. Jika fokus pada masalah semua akan berdiri dan merasa paling benar. Yang putus kita sambung, yang sempat rusak kita perbaiki. Semoga peristiwa ini tidak terulang kembali,” kata Ismail.

Bersama sejumlah pengurus SMSI BU dan salah satu pewarta media online yang sempat selisih paham, dengan menghadirkan Sekwan DPRD setempat dan stafnya, mediasi menyepakati keduanya untuk menyelesaikan permasalahan ini dengan jalan kekeluargaan dan saling memaafkan.

Lanjut Ismail, seorang wartawan yang bertugas mencari, mengumpulkan, memilih, mengolah berita dan menyajikan secepatnya kepada masyarakat luas melalui media massa, baik media cetak, elektronik ataupun online, selalu berpedoman pada kode etik jurnalistik.

“Wartawan selain dibatasi oleh ketentuan hukum, seperti Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999, juga harus berpegang kepada kode etik jurnalistik. Tujuannya adalah agar wartawan bertanggung jawab dalam menjalankan profesinya, yaitu mencari dan menyajikan informasi”.

Untuk diketahui, wartawan memiliki peran penting dalam masyarakat maupun pemerintah, salah satunya menjadi kontrol sosial dimasyarakat dan pemerintah, wartawan dapat menjadi alat penghubung bagi pemerintah dan masyarakat, melalui wartawan masyarakat mengetahui informasi seputar pemerintahan dan perkembangannya dan wartawan pun juga berperan penting dalam pembangunan daerah.


Pewarta: MS Firman