Tolak Tapal Batas, Tujuh Kades Datangi Pemkab Seluma

SELUMA, sahabatrakyat.com– Kades dan warga yang berdiam di wilayah perbatasan antara Kabupaten Seluma dengan Bengkulu Selatan bersikukuh menolak tapal batas wilayah sebagaimana ditetapkan dalam Permendagri Nomor 9 Tahun 2020.

Penolakan itu bahkan disampaikan secara langsung dan tertulis kepada Pemkab Seluma dalam pertemuan dengan tujuh kepala desa asal wilayah Kecamatan Semidang Alas Maras dan Semidang Alas baru-baru ini.

“Kita tetap menolak dan tidak ingin sejengkal pun kawasan Seluma masuk ke Bengkulu Selatan. Pernyataan penolakan ini akan kita sampaikan ke Kemendagri langsung,” tegas Presidium Persiapan Kabupaten Seluma, Bustan Dhali kepada wartawan, Senin (10//08/2020).

Menurut Bustan, jika memang Kementerian Dalam Negeri telah resmi menerbitkan Peraturan Menteri Dalam Negari Nomor 9 Tahun 2020 tentang Tapal Batas Kabupaten Seluma dan Kabupaten Bengkulu Selatan maka itu

artinya 1.400 hektar wilayah Seluma dipastikan terimbas pada tujuh desa di Kecamatan SAM dan Semidang Alas.

Desa-desa itu adalah Desa Muara Maras kehilangan 118,62 hektar, Desa Serian Bandung, 211,79 hektar.

Lalu Desa Talang Alai kehilangan 141,68 hektar; Desa Talang Kemang 291,20 hektar.

Selanjutnya Desa Jembatan Akar 346,54 hektar dan Desa Gunung Kembang 46,324 M2 serta satu desa di Kecamatan Semidang Alas yakni Desa Suban harus kehilangan 689,65 hektar.

“Tapal batas Seluma di wilayah selatan adalah Pino Raya. Budaya serta bahasa jelas sudah berbeda termasuk di kawasan perbatasan tersebut,” imbuh Bustan.


Pewarta: Sukardianto