Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah meninjau TPU Air Sebakul. Di sana ia minta ada kapling khusus bagi makam korban Covid-19/Foto: Istimewa

BENGKULU, sahabatrakyat.com– Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, Minggu siang (05/04) bersama rombongan meninjau TPU Air Sebakul di Kelurahan Sukarami, Kecamatan Selebar-Kota Bengkulu.

Kedatangan Gubernur ke lokasi pemakaman itu guna memastikan lokasi bagi jenazah korban Covid-19, terutama bagi mereka yang berasal dari luar Bengkulu. Gubernur meminta ada lokasi khusus.

Adanya lokasi khusus bagi korban Covid-19 itu diharapkan bisa memudahkan teknis pemakaman karena sudah ada kepastian lokasinya. Termasuk memudahkan keluarga atau kerabat yang hendak ziarah.

“Saya minta disiapkan lokasi atau kapling khusus sekitar 40×50 meter atau 40×100 meter sehingga tidak bercampur atau berdekatan dengan makam yang lain,” jelas Gubernur.

Selain lokasi khusus, Gubernur juga meminta camat setempat untuk memastikan ada tim penggali kubur. Sebab, pihak RSUD M Yunus hanya berkewajiban mengantar jenazah hingga ke lokasi TPU.

“Tim penggali liang kubur tak usah khawatir karena jenazah sudah dibungkus dengan aman,” katanya. “Nah, tim penggali kubur ini difasilitasi. Nanti dibayar oleh keluarga atau pihak yang bertanggung jawab kepada jenazah,” imbuhnya.

Gubernur menambahkan, saat ini di RSUD M Yunus juga sudah disiapkan ruangan khusus untuk perawaran orang dengan status PDP. Ruangan ini, kata Rohidin, cukup representatif plus nyaman.

“Kenapa ini perlu? Sebab disinyalir salah satu yang membuat pasien itu sulit sembuh adalah karena stress dan tertekan secara psikologis. Makanya perlu ada ruangan khusus yang bisa membuat dia nyaman,” jelasnya.

Gubernur juga meminta ruangan serupa bisa disiapkan oleh pemerintah daerah di kabupaten dan kota. Termasuk memastikan data dan pengawasan terhadap warga.

“Jangan sampai status kesehatannya sudah buruk baru dilaporkan ke petugas kesehatan. Kalau sudah status PDP, silakan rujuk ke RSUD M Yunus,” pesan Gubernur.

Selain bagi pasien, kata Gubernur, dukungan bagi tenaga kesehatan juga sudah disiapkan berupa tempat penginapan khusus yakni di Gedung Diklat Provinsi Bengkulu.

Di sana, baik tenaga medis maupun paramedis difasilitasi transportasi, pengamanan, dan konsumsi dan fasilitas lainnya agar mereka bisa fokus dalam bekerja menangani Covid-19.

“Kita juga sedang menghitung besaran insentif yang layak sesuai dengan kemampuan keuangan daerah,” kata Rohidin.

Rohidin menandaskan, untuk stok alat pengaman diri atau APD bagi tenaga kesehatan dalam kondisi aman. “Kita juga sedang mengidentifiasi kebutuhan saraa dan prasarana kesehatan yang dibutuhkan untuk menangani Covid-19 ini,” katanya.


Sumber: RRI Bengkulu | Editor: Jean Freire