
REJANG LEBONG, sahabatrakyat.com- Puluhan sepeda motor berbagai jenis diamankan oleh Satlantas Polres Rejang Lebong dan sejumlah Polsek. Bahkan saat ini diketahui telah dilakukan penilangan dan penahanan setidaknya hingga hari raya Idul Fitri mendatang.
Kapolres Rejang Lebong AKBP. Tonny Kurniawan melalui Kasat Lantas AKP. Radian Andy Pratomo Senin (4/04/2022), menyebutkan setidaknya hingga hari kedua puasa pihaknya sudah berhasil mengamankan sebanyak 20 unit sepeda motor yang terlibat aksi balap liar (bali) hingga membahayakan pengguna jalan khususnya sore dan malam hari.
“Saat ini yang sudah kita kenakan tilang dan kendaraannya sudah kita amankan ada sebanyak 20 unit sepeda motor, 10 unit sudah ada di Polres dan 10 lainnya masih di beberapa Polsek-Polsek, semua sepeda motor yang kita amankan lantaran terlibat bali dan membahayakan pengguna jalan raya,” ujar Radian.
Aksi bali di wilayah hukum Polres Rejang Lebong sendiri, lanjut Radian, didominasi oleh remaja usia sekolah dan rata-rata tidak membawa surat kendaraan dan SIM saat menjalankan aksi bali.
Atas hal tersebut, lanjut Radian, pihaknya mengambil tindakan penahahan kendaraan setidaknya hingga hari raya Idul Fitri mendatang.
“Kita proyeksikan kendaraan-kendaraan yang kita tahan ini, akan kita kembalikan kepemiliknya usai lebaran nanti, karena apapun alasannya aksi balap liar sama sekali tidak dibenarkan selain membahayakan bagi diri pengendara sendiri juga membahayakan pengguna jalan lainnya,”jelas Radian.
Berdasar pantauan pihak Satlantas Polres Rejang Lebong, saat ini lokasi yang menjadi favorit pelaku balap liar dikawasan tersebut antaranya dikawasan jalan MH. Thamrin dari tikungan depan Golkar hingga ke Nila Kandi, kemudian dikawasan jalan Sukowati, kawasan Sukaraja, kawasan Kelurahan Talang Ulu, dan yang terbaru kawasan Simpang Poak.
“Kami selalu melakukan patroli dan mengambil langkah Preventif sebagai langkah pencegahan melalui himbauan, sosialisasi kepada masyarakat, kemudian sebagai langkah penindakan kami mengambil langkah Represif yakni melakukan penilangan dan penahanan kendaraan,”ungkap Radian
Di sisi lain, Radian mengharapkan adanya peran masyarakat secara luas dalam mengantisipasi dan mencegah terjadinya balap liar didaerah tersebut, terlebih keterlibatan para orang tua untuk tidak mudah memberikan atau membiarkan anak-anak usia remaja usia sekolah berkendaraan secara bebas.
“Rata-rata sekali lagi yang terjaring balap liar ini anak-anak usia sekolah, kami sangat berharap adanya dukungan para orang tua agar anak-anak usia sekolah ini tidak diberikan kebebasan dalam berkendaraan, jika semua terlibat aksi balap liar ini tidak akan terjadi apalagi dibulan suci ramadhan ini,” akhir Radian. (brn)










