
LEBONG, sahabatrakyat.com– Jalan raya provinsi di Kecamatan Pinang Belapis, Lebong
yang menjadi satu-satunya akses warga menuju objek wisata Air Putih di Desa Bioa
Putiak sejak beberapa hari terakhir ramai dilalui wisatawan. Namun kegembiraan
merayakan Idul Fitri 1442 H itu diwarnai protes dan keluhan. Pasalnya, kondisi jalan
sudah berlobang dan kini becek berlumpur akibat ditutup tanah yang longsor di sisi
jalan setelah diguyur hujan deras.
Supriyadi, salah seorang pemuda setempat, mengatakan keluhan warga soal kondisi
jalan sebenarnya bukan kali ini saja. Beberapa waktu lalu jalan yang tertutup lumpur
longsor juga dikeluhkan lantaran memicu kecelakaan tunggal, terutama pengendara
sepeda motor.
“Saluran drainase di sisi jalan sudah tidak ada. Jadi saat hujan, jalan berubah jadi
aliran sungai,” kata Supriyadi. “Belum lagi tanah tebing dikeruk, jadi kalo pas hujan turun tanahnya seperti yang saya lihat tadi malam saat mobil terbenam di lumpur.”
Supriyadi mengaku sudah menyampaikan kondisi jalan ke pemerintah desa setempat.
Namun laporannya belum juga ditindak lanjuti oleh pihak-pihak terkait.

Respon Gubernur Rohidin
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Provinsi Bengkulu Ir. Mulyani Toha yang dikonfirmasi sahabatrakyat.com melalui WhatsApp, Sabtu (16/5/2021) tak memberi respon.
Namun sikap cepat tanggap justru ditunjukkan Gubernur Bengkulu DR Rohidin Mersyah yang segera merespon konfirmasi soal jalan milik provinsi tersebut. “Kita akan perbaiki lagi. Kalau jalan (yang) berlumpur tersebut bisa langsung ke BPBD Kabupaten,” jawab Gubernur Rohidin.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Lebong Fakhrurrozi masih menunggu info dari pihak pemerintah kecamatan dan desa setempat. “Karena kita belum ada informasi hal tersebut,” dalih Fakhrurozi.
Di sisi lain, di sekitar lokasi sudah terpasang spanduk himabuan supaya orang tidak menggali tanah. Spanduk itu sendiri diketahui dipasang oleh Pemerintahan Desa Air Kopras, Kecamantan Pinang Belapis.
Pewarta: Mhitra Naibaho








