Sander yang sudah tiga tahun menderita sakit/foto MS Firman

BENGKULU UTARA, sahabatrakyat.com– Sander Alviano Erlangga, warga Dusun III Desa Taba Tembilang, Kecamatan Arga Makmur, Kabupaten Bengkulu Utara (BU), kini hanya bisa terbaring lemah.
Betapa tidak. Selama tiga tahun terakhir, bocah ini harus bolak-balik menjalani perawatan medis lantaran kelainan usus yang dia derita.
Sekilas Sander memang nampak seperti anak seusianya, namun disaat tuntutan untuk menyalurkan hajat/ buang air besar (BAB) rasa sakitnya membuat bocah ini sering menangis.
Terlebih bila dia salah dalam mengkomsumsi makanan. Rasa sakitnya sungguh menyiksa.
Putera kedua pasangan Bambang Kartika Putra (34 tahun) dan Vika (28 tahun) ini, oleh dokter yang pernah menanganinya didiagnosa menderita penyakit hischprung atau kelainan pada usus sejak umur 2 bulan.
“Saat berusia 2 bulan, Sander dioperasi untuk dibuatkan lubang pembuangan di dinding perutnya,” kata Bambang kepada sahabatrakyat.com akhir September lalu (30/09/2017) di kediamannya.
Sander sudah empat kali menjalani operasi di RSUP Dr. Mohammad Hoesin, Palembang dan dua kali mengalami kritis.
Rencananya Sander masih akan dibawa ke Palembang untuk operasi lanjutan. “Saya terus berupaya untuk kesembuhan anak saya, bahkan untuk berangkat hari ini (30/9/2017) saya terpaksa menjual sebidang tanah,” ujar dia.
Bambang mengatakan, segala upaya akan dia lakukan demi kesembuhan buah hatinya.
“Bahkan saya sudah pernah menelpon pihak Kementerian Sosial saat siaran langsung di salah satu TV swasta, dijawab akan diusahakan dinas sosial setempat, setelah itu saya didatangi pekerja sosial (peksos) diminta fotocopy KTP dan KK, kemudian setelah satu minggu kami hubungin masih dalam proses ungkap peksos yang lupa saya namanya,” ceritanya.
“Sampai hari ini seingat saya sudah 6 bulan lamanya tidak ada informasi, bahkan kami coba kontak melalui via seluler tiak ada kelanjutannya sama sekali,” keluh Bambang.
Bambang berharap ada kepedulian serta keringanan dan uluran tangan pemerintah dan para dermawan agar anaknya bisa disembuhkan.
“Kalau operasi sebelumnya kami dibantu oleh Kepala Kemenag Bengkulu Utara, bapak Bustasar beserta staf-stafnya secara pribadi, alhamdulillah bisa meringankan pengobatan anak kami,” tutup Bambang.


Penulis: MS FIRMAN
Editor: JEAN FREIRE