Kekerasan Terhadap Anak Harus Jadi Perhatian Serius Pemda Bengkulu Utara


BENGKULU UTARA, sahabatrakyat.comKasus kekerasan terhadap anak dan perempuan di Kabupaten Bengkulu Utara (BU) harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah setempat. Pasalnya, hingga kini saja sudah tercatat ada 32 kasus dan 50 anak sebagai korban kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Bengkulu Utara.
Hal itu disampaikan Julisti Anwar, seorang advocat peduli anak dan perempuan kepada sahabatrakyat.com belum lama ini di Arga Makmur. “Kejahatan seksual yang terjadi saat ini sedang mengancam dunia anak. Kita minta pemerintah untuk tidak tinggal diam. DPRD juga harus bertindak,” kata Julisti.
Menurut dia, eksekutif dan legislatif harus mengambil langkah-langkah bersama untuk menghentikan atau setidaknya meminimalisir kasus-kasus serupa agar tak terulang di masa mendatang.
Upaya itu, sebut Julisti, bisa direalisasikan dengan kebijakan anggaran yang berpihak kepada upaya pencegahan kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan.
“Sudah seharusnya ada advokasi dana desa itu untuk pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak di desa-desa,” kata Julisti.
Selain itu, kata Julisti, pemerintah daerah juga perlu melibatkan semua elemen dalam upaya melawan kekerasan terhadap anak dan perempuan di wilayah ini.
“Kekerasan, kejahatan kepada anak bahkan berujung kepada kematian terjadi karena terlalu banyak orang baik di Kabupaten Bengkulu Utara yang mengambil sikap diam,” kata dia.


Penulis: MS Firman
Editor: Jean Freire