Sumber Penghidupan Terancam Hilang, Petani Minta Kompensasi PT BTL

LEBONG, sahabatrakyat.com– Proyek pembangunan PLTA Air Putih di wilayah Desa Tunggang, Kecamatan Lebong Utara, Kabupaten Lebong yang digarap PT Bangun Tirta Lestari (BTL) masih menyisakan persoalan di lapangan.
Setidaknya itu dialami Adnan (55 tahun), warga yang bertani kebun di sekitar bendungan PLTA itu. Ia mengaku khawatir lahan kebunnya bakal tenggelam dan hilang jika bendungan PLTA itu selesai dan beroperasi.
Kecemasan Adnan bukan tanpa dasar. Pasalnya, lahan kebunnya seluas sekitar dua hektar yang berada di antara dua DAS (Ketahun dan Air Putih) sudah pernah terendam saat bendungan ditutup seharian.
“Beberapa minggu yang lalu, pernah dilakukan penutupan selama satu hari. Air dari Sungai Air Putih tidak bergerak. Air sungai meninggi lalu masuk dan menenggelamkan kebun kami. Airnya membawa material pasir,” cerita Adnan kepada sahabatrakyat.com, Selasa sore (03/12/2019) di tepi sungai.
Kebun Adnan berjarak sekitar dua ratus meter dari lokasi bendungan dan DAS Ketahun. Sementara dari DAS Air Putih jaraknya sekitar 88 meter. Lokasinya tak jauh dari titik pertemuan kedua sungai itu.
Kebun itu sudah digarap warga Desa Kampung Dalam, Kecamatan Lebong Utara itu selama 13 tahun terakhir. Dari sanalah sumber rejeki untuk menghidupi keluarganya. Bahkan dua anaknya bisa menamatkan jenjang sarjana berkat hasil kebun itu.
Ridwan, pendamping Adnan, mengatakan, kebun seluas dua hektar itu didominasi tanaman kopi (6.300 batang), lalu kayu medang (5.000 batang), bambu 50 rumpun, karet 247 batang dan durian 4 batang.

Adnan mengamati aliran sungai dari atas jembatan bendungan PLTA/Foto: sahabatrakyat.com-Aka Budiman

“Jika melihat kontruksi bangunan DAM dan aliran sungai, kami meyakini kebun Adnan berpotensi tenggelam jika sudah produksi dan bendungan ditutup,” ujar Ridwan yang mendampingi Adnan.
Karena itu Ridwan meminta agar PT BTL turut bertanggung jawab dengan memberi kompensasi atas dampak pembangunan bendungan sebagai sumber air pembangkit listrik yang diproyeksi menghasilkan daya mencapai 21 megawatt tersebut.
“Kami harap ada kepedulian pihak-pihak yang mengerti hukum dan paling utama perusahaan BTL, kami tidak ingin dirugikan akibat aktivitas perusahaan,” tandas Adnan yang juga ditemani sang istri.
Tak Merespon
Kamis (04/12/2019) siang jurnalis sahabatrakyat.com mendatangi kantor PT BTL di Kelurahan Tanjung Agung, Kecamatan Pelabai-LEBONG. Petugas keamanan alias satpam yang menyambut mengarahkan konfirmasi kepada Erfendi yang ia sebut sebagai orang yang dipercaya.
Erfendi sendiri sedang tidak ada di kantor. Ketika dihubungi ke nomor ponselnya yang mengangkat seorang perempuan. Ia mengaku sedang dalam perjalanan dan akan tiba di Lebong pada sore.
Lantas pertanyaan konfirmasi disampaikan lewat pesan WhatsApp. Namun hingga berita ini akan ditayangkan, tak ada jawaban atau tanggapan.


Pewarta: Aka Budiman