Mediasi di Kantor Camat, CV Karya Utama Ditenggat Satu Pekan Bayar Uang DO

Mediasi para toke dengan pihak CV Karya Utama di Kantor Camat Ketahun/ist

BENGKULU UTARA, sahabatrakyat.com- CV Karya Utama diberi waktu hingga satu pekan ke depan (Senin, 29/06/2020), untuk membayar uang DO TBS sawit yang belum diterima para toke. Jika perusahaan suplier itu tak memenuhinya kewajibannya maka urusan bisa saja berujung ke ranah hukum.

Keputusan itu dicapai dalam proses mediasi yang melibatkan para pihak, Selasa (23/06/2020) di aula Kantor Camat Ketahun. Selain puluhan toke dan petani serta pihak CV Karya Utama, mediasi dihadiri pihak PT KKK Ketahun, Polsek Ketahun, dan pemerintah kecamatan setempat.

Mediasi sendiri berlangsung agak alot lantaran CV Karya Utama tak memberikan penjelasan secara gamblang apa yang membuat uang DO tak dibayarkan. Bahkan cenderung berbelit-belit.

Camat Ketahun Kadino kepada awak media, Rabu (24/6/2020), mengatakan meski alot, rapat yang diikuti 20 orang perwakilan toke, bendahara CV Karya Utama Engga Rakasiwi dan auditornya itu tetap kondusif.

“Alhamdulillah, mediasi berjalan kondusif meskipun terkesan alot. Yang kami sesalkan, kami meminta pemaparan dua jam sudah pertemuan berlangsung, pihak CV Karya Utama tidak kunjung memberikan paparan alasan mengapa belum membayarkan uang yang semestinya sudah diterima oleh para petani sawit ini. Hingga akhirnya, pertemuan terpaksa saya tinggalkan guna mendampingi pak Bupati karena adanya kunjungan pak Danrem,” bebernya.

“Dari hasil keputusan, yang diterima oleh pihak CV Karya Utama, toke sepakat memberikan waktu hingga pekan depan. Intinya toke minta uangnya dibayar dan disepakati limit waktu sampai hari Senin. Jika tidak dibayar hingga hari Senin, akan dilihat kembali karena saya tidak mengikuti hingga selesai,” tandasnya.

Disinggung bagaimana mediasi bisa terjadi di kantor Kecamatan, Kadino menjelaskan itu merupakan inisiatif para toke yang datang ke kantornya pada sehari sebelum pertemuan.

“Namun karena saya tidak berada di tempat, akhirnya disepakati Selasa pihak KKK Ketahun meminta dilakukan mediasi di kantor camat. saya pun menjawab, kalau hanya mediasi dipersilahkan,” jelasnya.

Disinggung lebih jauh atas pandangannya terkait kasus dugaan penggelapan yang dilakukan oleh CV Karya Utama ini, terlebih lagi ini terkesan bukan yang pertama kali melainkan sudah yang kesekian kalinya, Camat pun menyampaikan, pihaknya hanya sebagai penengah atau fasilitator.

Namun demikian, ia meminta agar perusahaan tidak merugikan petani sawit. Apa yang menjadi hak para petani dan toke itu agar segera direalisasikan. Apalagi sesuai aspirasi para petani dalam pertemuan mediasi itu, uang itu sangat dibutuhkan untuk kebutuhan hidup. Terutama untuk menghadapi tahun ajaran baru anak-anak sekolah.

“Kami mohon, pihak perusahaan untuk segera membayarkan yang menjadi hak mereka sesuai dengan keputusan yang telah disepakati dalam mediasi. Untuk warning sendiri, sebenarnya kami tidak memiliki kewenangan. Namun, karena ini wilayah pemerintahan kami tentunya tetap kami menekankan agar CV Karya Utama segera menyelesaikan permasalahan ini, karena kami tidak mau Kamtibmas terganggu lantaran masalah ini. Selain itu, untuk perizinan akan kami lakukan pengecekan, CV Karya Utama ini apakah memiliki izin atau tidak, dan kami akan konsul ke Kabupaten nantinya,” demikian Camat.


Pewarta: MS Firman