Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo saat Sosialisasi Prioritas Dana Desa 2019 di Bengkulu Utara, Rabu (6/2/2019)

BENGKULU UTARA, sahabatrakyat.com- Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi ((MendesPDTT) Eko Putro Sandjojo menyatakan anggaran dana desa naik setiap tahun. Di tahun-tahun mendatang pun dana desa masih bakal naik karena manfaatnya yang bisa langsung dirasakan masyarakat.
“Pak Jokowi sih komitmennya setiap tahun menaikkan dana desa. Tahun pertama 20 triliun sekian, sekarang sudah 70 triliun. Beliau juga menjanjikan lima tahun ke depan dana desa akan terus dinaikkan,” kata Menteri Eko kepada awak media usai Sosialisasi Prioritas Dana Desa 2019 di Padang Jaya Bengkulu Utara, Rabu (6/2/2019).
Sebelumnya, Eko memaparkan capaian dana desa selama kurun empat tahun terakhir. Seperti terbangunnya 191 km jalan desa, 1 juta unit sarana air bersih, ribuan PAUD, polindes, pasar. Termasuk serapan dana desa yang mencapai 99 persen.
“Selama 4 tahun, penyerapan dana desa sudah diangka 99 persen. Artinya tata kelolanya sudah baik. Sebab pola pencairan dana sudah sangat ketat,” kata Eko.
Dikatakan, dana desa dicairkan dalam tiga tahap. Tahap berikutnya tidak akan bisa cair kalau laporan dan hasil auditnya tidak diterima. Dana desa tidak akan turun ke kabupaten kalau 50 persen desa belum selesai laporan dan hasil auditnya.
Bupati Bengkulu Utara Ir. H. Mian saat mendampingi Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo di Sosialisasi Prioritas Dana Desa 2019 di Bengkulu Utara, Rabu (6/2/2019)

“Kalau toh masih ada itu hitungan jari saja. Dan sekarang kan berkat media, masyarakat dan komitmen pimpinan daerah maka sudah sangat terbantu sekali,” kata Eko.
Berkat capaian itu, lanjut Eko, dirinya diundang ke Roma, Italia, untuk berbicara di hadapan 123 negara yang mau tahu tentang dana desa. “Tanggal 15 saya diminta bicara untuk sharing model dana desa,” ungkap Eko.
Lebih jauh, Eko juga menyebut dampak dana desa seperti Menteri Eko menjelaskan, bukti keberhasilan dana desa bisa dilihat dalam 4 tahun ini, diantaranya terjadi penurunan angka kemiskinan, penurunan angka stunting dari 37 persen menjadi 30 persen, peningkatan pendapatan perkapita hampir 50 persen, membuka lapangan kerja melalui program Padat Karya Tunai (PKT), BUMDes, desa wisata.
Lalu, angka pengangguran di desa turun daripada di kota, 3,72 persen angka pengangguran di desa, sedangkan di kota 6,34 persen. Gini ratio di desa 0,384 menjadi 0,319.


Pewarta: MS FIRMAN
Editor: Jean Freire