Mufran Imron Tersangka Korupsi Hibah KONI

BENGKULU, sahabatrakyat.com– Ketua Umum KONI Provinsi Bengkulu, Mufron Imron, akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana hibah senilai Rp 15 milyar tahun anggaran 2020 yang ditangani Polda Bengkulu.

Penetapan tersangka itu dilakukan Polda Bengkulu melalui Ditreskrimsus menyusul telah diterimanya hasil audit kerugian negara dari BPKP Bengkulu baru-baru ini.

Kapolda Bengkulu Irjen Pol Teguh Sarwono melalui Dir Reskrimsus Kombes Pol Dolifar Manurung mengatakan berdasarkan audit BPKP kerugian negara dalam kasus ini lebih dari Tp 11 milyar.

Terkait langkah selanjutnya, Dolifar mengatakan akan kembali memanggil sejumlah saksi untuk memberikan keterangan yang dibutuhkan oleh penyidik.

Terkait informasi keberadaan Mufron, Dolifar mengatakan pihaknya masih mencari. Yang pasti dalam surat pemanggilan nanti statusnya adalah sebagai tersangka.

“Yang bersangkutan ada di luar Bengkulu. Kita juga akan surati Dirjen Imigrasi untuk mencekal kemungkinan pergi ke luar negeri,” kata Dolifar.

Meski tidak di Bengkulu, Dolifar memastikan status Mufron belum DPO. Status tersebut bisa ditetapkan jika yang bersangkutan bertindak tidak kooperatif memenuhi panggilan penyidik.

“Kalau DPO belum. Kita akan panggil dulu sebagai tersangka. Siapa tahu datang. Kalau tidak, kita layangkan surat kedua dalam tempo yang wajar,” tandas Dolifar.


Artikel ini sudah tayang di RRI Bengkulu (www.rri.co.id) edisi Selasa, 27 April 2021