Putaran Duit Tuak di Lebong Bisa Milyaran

Barang bukti berupa tuak dan armada pengangkut diamankan polisi/aka

LEBONG, sahabatrakyat.com- Bisnis ilegal minuman keras jenis tuak yang dibongkar polisi memang sangat menggiurkan. Hitung saja! Dengan jumlah transaksi bisa 20 kali dalam sebulan maka dalam setahun putaran uangnya bisa tembus lebih dari Rp 1,8 milyar.
Kapolres Lebong AKBP Andre Gahma Putra melalui Kapolsek Lebong Tengah IPTU Edi Suprianto mengatakan, aksi penyeludupan sudah rutin sekali dalam dua hari. Sekali transaksi mencapai 43 jerigen atau sekitar 1,5 ton.
Dalam sebulan, kata Edi, bisa tercatat 20 kali pengiriman. Artinya selama setahun (bisa) tercatat 240 kali pengiriman atau sebanyak 10.320 jerigen. “Kalau dihitung setahun maka pelaku bisa dapat uang Rp 1,857 milyar,” urainya.
Dikatakan Edi, tuak tidak hanya dijual kepada satu atau dua pemesan pada satu lokasi. Miras ini merata didistribusikan ke semua wilayah dalam Kabupaten Lebong. “Ke semua wilayah Lebong,” ujar Edi.
Edi mengatakan, mengkonsumsi miras jenis tuak ini bisa merusak mental dan karakter warga Lebong. “Orang Lebong diracuni oleh orang luar,” katanya.
Seperti diberitakan, tiga warga asal Kabupaten Seluma ditangkap aparat lantaran menyelundupkan minuman keras jenis tuak ke Kabupaten Lebong, Kamis (21/12/2018) pagi sekitar pukul 05.30 WIB.
Bersama ketiga pria itu, yakni WN (35 tahun), PG (25 tahun), dan Gt (23 tahun), polisi menyita sebanyak 43 jerigen atau sekitar 1,5 ton tuak dan satu unit armada pengangkut Mitsubishi Pick Up L300 dan uang Rp 3.099.000 dan buku catatan transaksi.


Penulis: Aka Budiman
Editor: Jean Freire