Soal DO Tak Kunjung Dibayar, Ini Respon PT Kencana Katara Kewala

Kantor CV Karya Utama

BENGKULU UTARA, sahabatrakyat.com Kepastian pembayaran uang delivery order atau DO tandan buah segar (TBS) sawit kepada sejumlah pengusaha dan petani sawit di Bengkulu Utara belum ada titik terang.

Ketidakpastian itu dipicu oleh tak kunjung jelasnya keberadaan petinggi CV karya Utama. Baik sang direktur maupun bendahara hingga kini tak kunjung muncul demi memberi klarifikasi demi mengobati kekecewaan petani dan toke sawit.

Sementara pihak PT Kencana Katara Kewala atau PT KKK sendiri hanya sebatas mendata toke atau petani pemilik TBS yang merasa dirugikan. Soal pertanggung-jawaban atas persoalan DO yang belum dibayarkan, PT KKK menegaskan tak ikut serta.

Manager PT KKK Ketahun Ngatimin menyebutkan hingga saat ini pihaknya masih mencari informasi keberadaan direktur dan bendahara CV Karya Utama.

Ngatimin menyebutkan PT KKK Ketahun yang menjadi tempat mengadu para toke dan petani perkebunan yang sudah mengantongi Delivery Order (DO) yang belum menerima pembayaran sejak Mei 2020, masih mencari informasi yang akurat dari para toke mengenai pembayaran DO tersebut.

“Berhubung saat ini bendahara CV Karya Utama belum diketahui keberadaannya, kita PT KKK Ketahun berupaya mencari informasi yang akurat dari para toke TBS sawit yang belum dibayar. Namun sampai saat ini masih ada terus susulan data dari toke yang baru masuk. Untuk selanjutnya, kita cari bendaharanya dahulu, agar mendapatkan data yang benar untuk dilakukan pengecekan,” ujar Ngatimin dikutip Rubriknews.com

Ngatimin menegaskan PT KKK Ketahun sendiri sudah menyalurkan uang TBS sawit yang masuk melalui DO CV Karya Utama. Pihaknya tidak tahu jika uang itu tak dibayarkan oleh CV Karya Utama.

“Benar, seluruh TBS sawit yang ditagih oleh CV Karya Utama, sudah dibayar lunas oleh PT KKK Ketahun. Kendati demikian, kami tidak akan tinggal diam atas permasalahan yang dialami oleh para toke ini, yang jelas telah dirugikan karena belum menerima pembayaran atas TBS Sawit yang sudah dimasukkannya,” ujar Ngatimin.

Ngatimin mengatakan, untuk sementara kerja sama dengan CV Karya Utama terpaksa dihentikan. Meski order atas nama CV Karya Utama, namun demi menjaga kondusifitas usaha, pembayaran ke pemilik TBS kini dilakukan langsung oleh PT KKK.

“Yang jelas, sejauh ini kami membantu pendataan para toke yang belum dibayarkan. Mengenai akan adanya demo, itu terdengar anehlah mas, masa PT KKK Ketahun yang jadi sasaran. Saya rasa, salah alamat itu mas,” demikian Ngatimin.


Pewarta: MS Firman