Spesialias Pencuri Rumah di Seluma: 8 Kali Beraksi Bawa Kabur Uang Tunai Rp 50 Juta dan Perhiasan Emas Korban

WE, spesialis pencuri rumah warga di Seluma dibekuk polisi

SELUMA, sahabatrakyat.com– Pelaku pencurian di rumah warga yang kerap meresahkan masyarakat Seluma akhirnya terungkap. Seorang pelaku berinisial YE (36 tahun) berhasil diringkus aparat.

Kapolres Seluma AKBP Swittanto Prasetyo SIk, Jumat (22/05/2020), dalam Press Conference terkait penangkapan YE membeberkan, aksi terakhir pelaku sebelum tertangkap terjadi pada Minggu tanggal 3 Mei 2020 di rumah korban Yenti Brilita Sari, warga Kelurahan Talang Saling, Kecamatan Seluma, Seluma.

Dari hasil pengembangan, pelaku mengakui telah melakukan aksi pencurian sebanyak 8 kali di lokasi yang berbeda. Di antaranya 3 kali di Desa Tenangan: pada pertengahan Januari 2020, mengambil uang tunai sebesar Rp 5 juta dengan cara mencongkel pintu belakang rumah korban menggunakan alat besi.

Kedua, pada akhir Januari 2020 mengambil uang tunai sebesar Rp3 juta dengan cara mencongkel pintu belakang rumah korban dengan menggunakan alat sebilah pisau dan terakhir pada akhir Januari 2020 mengambil satu unit Handphone merk VIVO dengan cara mencongkel jendela rumah korban dengan menggunakan alat sebuah obeng.

Di Desa Rawasari pelaku juga mencuri sebanyak 3 kali, yakni pada awal Februari 2020 mengambil uang tunai sebesar Rp 14 juta dengan cara mencongkel jendela rumah korban dengan menggunakan alat sebuah obeng.

Pada akhir Februari 2020 mengambil uang tunai sebesar Rp 5 juta beserta perhiasan emas seberat 56 gram berupa 1 buah cincin, 3 buah kalung, 2 buah gelang, 1 pasang anting dan 2 bungkus rokok merk chep dengan cara mencongkel pintu belakang rumah korban dengan menggunakan alat sebilah pisau.

Pada akhir Februari 2020 mengambil uang tunai sebesar Rp 3 juta dengan cara “lupa” dan menggunakan alat “lupa”.

Terakhir ia juga beraksi di Desa Purbosari sebanyak 2 kali yakni awal Maret 2020 mengambil uang tunai sebesar Rp 5 juta dengan cara mencongkel jendela rumah korban dengan menggunakan alat sebuah obeng.

Pada pertengahan Maret 2020 mengambil uang tunai Rp 15 juta dengan cara mencongkel pintu belakang rumah korban dengan menggunakan alat sebilah parang.


Sumber: tribratanewsbengkulu | Editor: Jean Freire