
KOTA BENGKULU, sahabatrakyat.com– Kerusuhan yang kembali pecah di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Bengkulu, Kamis (4/5/2017), diduga dipicu aksi pemerasan yang terjadi di dalam Lapas yang melibatkan para narapidana.
Polisi tengah memeriksa secara intensif sejumlah napi yang diduga terlibat aksi pemerasan itu. Mereka adalah Roman dan Merli dari blok Pidana Umum. Sedang napi yang diduga diperas adalah Zulkarnain dari blok Narkoba.
Selain ketiga napi itu, polisi juga sudah memeriksa dua napi lainnya. Yakni Hadi dari blok Narkoba dan Yendri dari blok Pidum. Hadi menjadi korban penganiayaan yang diduga dilakukan oleh Yendri pasca pemerasan. Yendri sendiri sudah ditetapkan sebagai tersangka.
Kapolres Bengkulu AKBP Ardian Indra Nurinta menjelaskan, tersangka Yendri menggunakan sendok yang sudah diruncingkan untuk memukul atau menusuk korban. “Namun sendoknya belum ditemukan,” ujar AKBP Ardian.
Kepala Lapas Bengkulu Rudy Charles Gill mengatakan, kerusuhan itu bermula dari perkelahian antar blok. Pihaknya terpaksa meminta bantuan polisi dan TNI karena saat itu kondisinya sudah mengkhawatirkan.
Akibat kerusuhan itu sendiri, selain Hadi, dua napi lainnya juga terpaksa dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis lantaran mengalami luka tusuk. Mereka adalah Zulkarnain dan Adi Saputra.
Zulkarnain yang merupakan napi kasus narkoba yang divonsi enam tahun luka tusuk pada bagian dada dan leher. Sementara Adi Saputra yang juga napi narkoba, menderita luka tusuk pada bagian kepalanya.
7 Napi Dipindahkan
Pasca-kerusuhan, Lapas Bengkulu terpaksa memindahkan tujuh orang napi ke Lapas Klas IIB Arga Makmur untuk mendinginkan suasana. Mereka yang dipindahkan pada Kamis (4/5/2017) malam itu adalah Endrik Kelvin, Agung Setiawan, Pirgo Pradiyta, Joni Sunandi, Darmansyah, Rusli, dan Joni Antoni.
Diangkut satu unit mobil tahanan dan 3 mobil polisi, mereka tiba di Lapas Arga Makmur dengan kawalan ketat 15 polisi bersenjata lengkap. Di Lapas Arga Makmur, para napi pindahan itu ditempatkan di sel Masa Pengenalan Lingkungan.
Lapas Arga Makmur belum dapat memastikan apakah ketujuh napi itu hanya tinggal sementara atau seterusnya di sana. Namun, upaya pengamanan sudah ditingkatkan guna menghindari kejadian serupa terulang. Apalagi ketujuh napi itu berasal dari dua blok yang saling berkelahi, yakni blok Narkoba dan Pidum.
Kapolres Bengkulu Utara AKBP Andhika Vishnu SIK dikutip Rakyat Bengkulu mengatakan, pihaknya juga bekerja sama dengan TNI, termasuk pihak Lapas, agar keamanan di Lapas Arga Makmur terjaga.
===================
Penulis: Halasan Simare-mare
Editor: Jean Freire





