KOTA BENGKULU– Caretaker Walikota Bengkulu, Budiman, menegaskan, budaya malu dan keteguhan kepada prinsip dan nilai-nilai integritas merupakan kunci melawan politik uang dalam Pemilihan.
Hal itu dikemukakan Budiman saat menyampaikan sambutan dalam Deklarasi Menolak dan Melawan Politik Uang dan Politisasi SARA untuk Pilkada Tahun 2018 Berintegritas yang berlangsung di Sport Center Pantai Panjang Kota Bengkulu.
“Keteguhan kepada prinsip yang dianut, tidak tergoyahkan terhadap apapun. Itu nilai-nilai integritas semua. Kalau ini yang dibudayaan rasanya tidak mudah masyarakat kita diiming-imingi dengan rayuan sekedar-sekedar begitu ya,” ujar Budiman, Rabu (14/2).
Budiman menambahkan, politik uang di Pilkada merupakan embrio yang merusak tatanan di masyarakat dan pemerintahan, yakni berupaya perilaku korupsi.
Karena itu ia mengingatkan para kandidat, para elit, dan semua komponen agar tidak ikut menjadi pelaku politik uang. “Jadi sesuatu yang sudah dilarang itu ya jangan dilakukan,” pesan Budiman.
Ketua Bawaslu Provinsi Bengkulu, Parsadaan Harahap kepada awak media mengatakan, selain seremonial, dalam metodologinya di lapangan, gerakan melawan politik uang dan politisasi SARA akan dibicarakan lebih lanjut.
“Karena ini akan melibatkan partisipasi masyarakat bisa saja nanti dibentuk forum-forum masyarakat yang concern dengan penolakan dengan politik uang dan politisasi SARA,” kata Parsadaan.
Editor: Jean Freire
Sumber: rri.co.id





