
BENGKULU, sahabatrakyat.com- Selain prestasi akademik, akhlak dan adab peserta didik juga menjadi aspek yang menjadi bobot pendidikan penting di SMAN 11 Bengkulu Utara. Tak heran, di sekolah ini rutin digelar sholat zuhur berjamaah setiap hari dan sholat duha berjamaah setiap Jumat di minggu pertama.
Kebijakan itu adalah usaha sadar dan terencana dalam mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
“Itu semua dalam upaya kita mendidik dan mencetak siswa-siswi yang amanah dan bertaqwa,” ujar Kepala SMAN 11 BU, Imam Setyohadi, M.Pd, yang beralamat di Jalan Raya Sumber Rejo, Kecamatan Hulu Palik, Kabupaten Bengkulu Utara Provinsi Bengkulu Kode Pos 38374.

Selain itu, setiap bulan di minggu kedua siswa-siswi juga diwajibkan mengikuti kegiatan literasi atau budaya membaca. Selama 2 jam siswa-siswi diwajibkan membaca buku di luar kelas. Tujuannya, memasyarakatkan budaya membaca. Sementara di minggu ketiga ada senam bersama.
Kegiatan ekskul yang tak kalah menarik adalah drumband dan gamelan. Kata Imam, ekskul gamelan SMAN 11 BU adalah satu-satunya di Bengkulu Utara.
Lanjut Imam, keberhasilan pendidikan ditentukan oleh berbagai hal. Seperti program yang baik, pembiasaan, lingkungan sekolah yang kondusif, keteladanan, budaya sekolah dan lain-lain.
“Nah, kegiatan-kegiatan ini termasuk salah satu yang bisa menciptakan keberhasilan pendidikan,” ujarnya. “Ini akan terus kita evaluasi dan tingkatkan demi kemajuan sekolah kita,” tambah Imam saat dibincangi sahabatrakyat.com di ruang kerjanya, Senin (10/2/2020).

Seiring dengan perkembangan dan tuntutan zaman, lanjut Imam, SMAN 11 BU sendiri sudah menggunakan basis teknologi informasi untuk mendukung operasional sekolah.
“Ujian sudah dengan sistem computer based test (CBT), fingerprint untuk daftar hadir, baik guru maupun siswa,” sebut Imam.
Dijelaskan Imam, sekolah yang dia pimpin ini awalnya bernama SMA Negeri 2 Kerkap, lalu diganti menjadi SMA Negeri 1 Hulu Palik sebelum kini menjadi SMA Negeri 11 Bengkulu Utara.
Saat ini jumlah siswa ada 76 orang dengan sarana labor komputer dengan dukungan fasilitas jaringan internet, lab biologi, lab fisika.
Di akhir wawancara, Imam mengingatkan sekaligus mengimbau orang tua/wali murid untuk segera datang ke sekolah mengambil ijazah anak-anaknya yang sudah tamat. “Karena sekolah bukan tempat menitip ijazah,” tandasnya. (MS. Firman/ADV)







