
LEBONG— Bupati Lebong H. Rosjonsyah, SIP, M.Si meminta para pimpinan di Satuan Kerja Perangkat Daerah atau SKPD untuk menterjemahkan secara nyata arah kebijakan dan program pembangunan yang sudah dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah atau RPJMD. Ia menegaskan, pejabat yang tak mampu akan dicopot atau digantikan oleh mereka yang mampu.
“Sebetulnya saya tidak suka ganti-ganti pejabat. Tapi kalau pejabatnya tidak bisa menterjemahkan RPJMD, ya harus saya ganti dengan yang mampu,” kata Rosjonsyah saat menyampaikan sambutan dalam ramah tamah jajaran Pemda Lebong dalam rangkaian kegiatan memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-71, Rabu (18/8) malam.
Bupati juga menegaskan agar para pejabat dapat mengupayakan adanya sumber-sumber pemasukan dana untuk pembangunan daerah dari pemerintah pusat, baik melalui kementerian maupun departemen. Ia mengingatkan pejabat untuk tidak selalu bergantung dengan APBD.
“Mainset kita harus berubah. Jangan ada jiwa-jiwa primitif. Lebong ini bisa sejajar bahkan lebih maju dari daerah lain. Belanja modal harus lebih tinggi dari belanja pegawai,” ujarnya.
Jangan Apatis
Di sisi lain, Rosjonsyah juga menyorot pejabat yang tak bersikap atas ketidak-pedulian atau apatisme warganya yang tidak memasang bendera Merah Putih di depan rumah. Kata Rosjonsyah, hal itu tidak boleh terulang lagi di masa mendatang.
“Bangsa ini tidak akan bisa berubah kalau tidak kita yang merubahnya. Masih banyak warga yang merasa belum merdeka. Buktinya masih banyak yang belum memasang bendera. Saya minta Camat dan Kades berperan aktif agar hal ini tidak terjadi lagi. Lebong memerlukan warga dan pejabat yang punya niat membangun. Jangan cuma bisa mengkritik kalau tidak bisa berbuat apa-apa,” katanya.
Rosjonsyah mengungkapkan bahwa ia telah mengusulkan kepada Gubernur Bengkulu agar memprioritaskan pembangunan infrastruktur jalan yang menghubungkan Lebong-Bengkulu Utara. Hal itu diperlukan dalam upaya memacu pembangunan daerah agar bisa mengejar kemajuan kabupaten lainnya.
“Saya usulkan ke Gubernur agar dana pembangunan jalan ke Lebong digunakan saja untuk pembangunan jalan Lebong-BU senilai 30 milyar. Infrastruktur harus menjadi fokus utama,” kata Rosjonsyah. (red)









