
KOTA BENGKULU, sahabatrakyat.com- PMKRI Cabang Bengkulu St. Stanislaus Kostka menggelar Aksi Perempuan Peduli dengan kegiatan bersih-bersih sampah di Pantai Zakat Kota Bengkulu, Senin (08/03/2021) dalam rangkaian memperingati “International Woman’s Day”.
Presidium Gerakan Kemasyarakatan PMKRI Bengkulu Gita Bonita Turnip mengatakan, pilihan aksi bersih-bersih sampah itu sejalan dengan upaya pemerintah kota Bengkulu dalam mewujudkan Bengkulu sebagai pusat pariwisata karena memiliki pantai yang berpotensi dan berpeluang besar sebagai salah satu ikon daya tarik wisatawan.
“Dalam pengembangan pariwisata pantai diperlukan suatu usaha untuk melestarikan dan
mengembangkan aset atau potensi wisata pantai. Upaya pengembangan tersebut
diharapkan akan berdampak baik dalam mewujudkan pantai Bengkulu sebagai pusat
pariwisata yang berkelanjutan. Hal itu juga akan menunjang perekonomian masyarakat sehingga diharapkan akan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat kota Bengkulu,” imbuhnya.
Ia menjelaskan, Pantai Zakat menjadi titik fokus berlangsungnya kegiatan aksi perempuan peduli karena pantai tersebut merupakan salah satu primadona Bumi Rafflesia. Pantai Zakat menjadi destinasi utama wisatawan karena sangat strategis dan mudah dijangkau serta memiliki keindahan yang sangat memukau. Terlebih karena pantai tersebut merupakan salah satu pusat pemandian yang tergolong aman.
“Jika dilihat secara geografis, letak pantai Zakat berhadapan langsung dengan Samudera Hindia. Akan tetapi pantai tersebut memiliki ombak yang cukup tenang dan sangat aman bagi para pengunjung,” ujarnya.
“Sebagai destinasi utama wisatawan yang sarat akan keindahan, sudah seharusnya pantai Zakat dijaga dan dirawat. Namun kenyataan, manajemen sampah masih terlihat sangat kurang baik. Sampah berserakan, seperti batok kelapa muda yang dijual pedagang di pantai tersebut dan berbagai macam sampah plastik lainnya,” papar Gita.
Melihat pemandangan tersebut sepertinya pedagang maupun pengunjung kurang peduli
terhadap kebersihan sampah, karena jika dipantau bahwasanya sampah sudah berserakan
di berbagai titik.
“Masyarakat serta pengunjung harus meningkatkan kesadaran terhadap kebersihan pantai
terutama pemukiman warga yang berdampingan dengan pantai. Terlihat bahwasanya aliran
limbah rumah tangga juga ikut mengalir menuju pantai.”
“Apabila hal tersebut terus menerus dibiarkan, maka akan terjadi pencemaran yang juga berdampak pada ekosistem laut, selain itu akan berdampak juga terhadap daya tarik wisatawan” ujar Sanjaya Pangaribuan, ketua presidium PMKRI Cabang Bengkulu.
Kata Sanjaya, minimnya ketersediaan tong sampah harus menjadi perhatian pemerintah setempat. Pembuangan sampah organik dan non organik juga harus di-manajemen dengan baik. Keterlibatan pemerintah dalam melakukan pengendalian, pencegahan dan mengalokasian sampah pada umumnya menjadi hal yang sangat krusial terhadap proses penyelesaian masalah tersebut.
“Bagaimana kemudian Pemerintah bersinergi dengan masyarakat untuk melestarikan
keindahan pariwisata kota Bengkulu terkhususnya pantai Zakat agar tetap eksis demi
kenyamanan dan keamanan pengunjung serta keselamatan ekosistem laut dilingkungan
pantai,” kata Sanjaya.
Sanjaya menandaskan, Aksi Perempuan Peduli Lingkungan Hidup dengan cara bersih-bersih sampah kawasan pantai Zakat menjadi salah satu bentuk protes kaum perempuan terhadap polemik sampah yang kian tak kunjung mereda dari dulu hingga sekarang. Dengan adanya kegiatan tersebut diharapkan masyarakat serta pengunjung dapat meningkatkan kesadaran akan kebersihan dan keasrian pantai.
Pewarta: Jean Freire








